Mensyukuri Al-Mushawwir

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 30 Zulkaidah 1439

Saudaraku, pernahkah terpikir oleh kita tentang keindahan akan keragaman bentuk dan rupa-rupa serta keserasiannya terhadap makhluk ciptaan Allah yang ada di sekitar kita. Nah topik inilah yang akan mengajak mengingatkan kita terhadap salah satu nama indah yang dimiliki oleh Allah, yaitu al-Mushawwir.

Allah al-Mushawwir secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mendesain secara sempurna akan segala makhlukNya. Allah telah menggambar, menjadikan, dan mendesain seluruh makhlukNya dengan bentuk, rupa bahkan sifat yang melekat pada kediriannya masing-masing.

Diri kita manusia, misalnya, telah didesain dengan sangat menawan oleh Allah swt, malah sudah sejak di rahim orangtua kita dan disempurnakanNya akan kecantikan atau ketampanan saat kita hidup di dunia ini.

Allah berfirman. Dialah yang membentukmu dalam rahim ibu sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Rabb (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Qs. Ali Imran 6)

Kita memiliki dua mata menghadap ke depan, dua lobang hidung menghadap ke bawah, satu mulud pas di bagian depan wajah kita, dua telinga di samping kiri dan kanan di kepala kita. Kedua tangan di sebelah kiri dan kanan dari badan kita. Dua kaki yang sangat kokoh menyangga tubuh kita.

Sekarang, coba bayangkan! Seandainya ada satu organ saja atau satu indera kita yang salah tempat duduknya atau tidak setia, apa jadinya? Misalnya mata tidak di wajah tetapi di kiri dan kanan menggantikan posisi telinga. Atau letak hidung berjauhan dengan mulud? Atau jidat kita selembut dan seempuk pinggul atau sebaliknya pinggul kita sekeras jidat? Atau tulang rusuk tidak dekat di hati tetapi di kaki? Dan seterusnya.

Kemudian saat kita perhatikan pada makhluk lainnya, maka sungguh hanya decak kagum seraya spontan melafalkan subhanallah, maha suci Allah yang mendesain ini semua dengan serasi dan menawan. Burung diciptakan dengan indah dan bebeda-beda, baik bentuk, rupa, warna, bulu maupun suara kicauannya. Demikian juga ikan-ikan di lautan, aneka binatang buas di hutan, hewan piaraan di kandang-kandang, aneka rerumputan, bunga, pepohononan, batu, gunung atau lainnya.

Nama al-Mushawwir juga disandingkan atau lebih tepatnya disetarakan dengan nama lainnya, seperti Allah berfirman Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Al-Hasr 23-24)

Oleh karena itu kali ini kita mengulang kaji kembali tentang akhlak mensyukuri al-Mushawwir.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah Zat Maha Kreatif dalam mendesain, mengambar, membentuk dan menjadikan makhlukNya dengan rupa-rupa yang khas, sepesifik dan menawan.

Kedua, mensyukuri al-Mushawwir dengan terus memujiNya seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahirabbil’alamin, kita didesain oleh Allah secara serasi seimbang dan indah.

Ketiga, mensyukuri al-Mushawwir dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menjadi pribadi yang memiliki kreativitas salam mendesain segala sesuatu yang dapat membawa kemaslahatan di muka bumi sehingga keberkahan kemanfaatannya dapat dirasakan seluas-luasnya. Misalnya gelas atau cangkir didesain berpermukaan bulat sehingga memudahkan saat digunakan untuk minum. Demikian juga peralatan lainnya seperti baju, kendaraan, rumah, .dan seterusnya.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!