Mensyukuri Al-Mutakabbir

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 27 Zulkaidah 1439

Saudaraku, hari ini saya mengajak anda bersama saya menyelami sekaligus mensyukuri salah satu nama indah yang dimiliki Allah yaitu al-Mutakabbir.

Allah al-Mutakabbir dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha besar yang kebesarannya sempurna tak tertandingi oleh selainNya. Allah adalah zat yang maha agung yang keagunganNya sempurna, Allah adalah maha megah yang kemegahanNya tak terbantahkan dan Allah maha tinggi yang ketinggianNya mengatasi apapun juga.

Oleh karenanya hanya Allah sajalah zat yang berhak menyandang selendang kesombongan dan mahkota kebesatanNya. Karena selainNya adalah makhluk yang hanya melekat sebagian kecil sifat dari kesempurnaanNya, sehingga makhluk tidak pantas memeluk kesombongan.

Nama Al-Mutakabbir juga disandingkan atau lebih tepatnya disetarakan dengan nama lainnya, seperti Allah berfirman Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Qs. Al-Hasr 23)

Oleh karena itu kali ini kita mengulang kaji kembali tentang akhlak mensyukuri al-Mutakabbir.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa hanya Allah saja yang memiliki kebesaran yang sempurna sehingga berhak menyombongkan diriNya. Allah mampu mencipta makhlukNya dari ketiadaan, menurunkan hidayah menunjuki hamba-hamba pilihanNya.

Kedua, mensyukuri al-Mutakabbir dengan terus memujiNya seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahirabbil’alamin, Allah yang maha perkasa telah menurunkan anugrah kekuatanNya kepada hamba-hambaNya sehingga merasa percaya diri dan optimis mengarungi hidup dan kehidupan di dunia ini ubtuk menggapai ridha Ilahi.

Ketiga, mensyukuri al-Mutakabbir dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya dibuktikan dengan menjadi pribadi optimis dan percaya diri bahwa dirinya mampu mengemban amanah di muka bumi, baik sebagai abdinya Allah (‘abdullah) maupun penggantiNya di muka bumi (khalifatullah).

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!