Mensyukuri Al-Waasi’

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 3 Muharam 1440

Saudaraku, kita sering diingatkan oleh para bijak bahwa bumi Allah ini luas sehingga manusia leluasa menjelajahinya. Allah berfirman yang maknanya, Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja” (Qs. al-Ankabut 56). Dan “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak” (Qs. al-Nisa 100).

Di samping itu, skope kehidupan ini juga luas tanpa batas. Untuk memperoleh rasa bahagia juga dianugrahi keleluasan usaha dan jangkauannya. Mengapa? Karena semua ini diciptakan dan kita sengaja dihadirkan oleh Allah Al-Waasi’. Nah topik inilah yang akan menjadi fokus ulangkaji dalam muhasabah hari ini.

Al-Waasi’ secara umum dipahsmi bahwa Allah Luas; luas kekayaanNya, luas kedermawananNya, luas pengetahuanNya, luas kekuasaanNya, luas kasih kasih sayangNya, luas ampunanNya dan luas sifat-sifat kemuliaanNya.

Term al-Waasi’ disebut dalam al-Qur’an, di antaranya berkaitan dengan keluasan pemberianNya, Allah berfirman yang maknanya Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (Qs. Al-Maa’idah 54)

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Qs. Al-Nuur 32)

Adapun keluasan ampunanNya, Allah berfirman yang maknanya (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Qs. Al-Najm 32)

Oleh karenanya mestinya kita sebagai orang beriman harus mensyukuri al-Mujib, di antaranya bersyukur dengan hati, bersyukur dengan lisan, dan bersyukur dengan tindakan nyata.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa Allah maha luas kekayaanNya, sehingga mengaruniakan apapun permintan dan kebutuhan hamba-hambaNya. Di samping Allah juga maha luas pengampunanNya sehingga mengampuni orang-orang bertaubat nasuha, seberapapun dosanya.

Kedua, mensyukuri al-Waasi’ dengan terus memujiNya seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahi rabbil’alamin, sehingga Allah melapangkan jalan hidup kita dan meluaskan pemahaman kita atas agamaNya.

Ketiga, mensyukuri al-Waasi’ dengan perbuatan nyata dengan berusaha meluas pemahaman, meluas kebijakan dan perilakunya.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!