Mensyukuri Al-Wajid

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 22 Muharam 1440

Saudaraku, sungguh luar biasa karunia yang diturunkan Allah kepada manusia. Pada dirinya saja, selain sehat wa afiat, dan kemampuan bersyukur, manusia juga dibekali potensi akal yang brilian, sehingga ketika diberdayakan dengan olah pikir, kreativitas manusia terasah sampai berhasil melahirkan beragam temuan baru dalam kehidupan ini.

Kemampuan menemukan atau memperoleh apa saja yang diinginkan merupakan karunia besar dari Allah swt, karena di antaranya Allah juga menyandang nama al-Wajid yang bermakna yang maha menemukan.

Allah al-Wajid, karena dengan kekuasaanNya Allah yang menciptakan segala yang ada ini, Allah menemukan apapun yang dikehendakiNya. Allah menciptakan segala kebaruan yang ada di alam ini, Allah menemukan dan mengetahui apapun niat, pikiran dan perbuatan yang manusia lakukan.

Allah berfirman yang artinya, Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami”. Katakanlah: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”, (Qs. Saba 3)

Oleh karena seluruh perbuatan manusia memiliki konsekuensi untuk kehidupan berikutnya, maka orang-orang yang bertaubat dapat dijatakan bahwa yang bersangkutan telah mendapatkan jati dirinya sekaligus menemukan Rabbnya. Allah berfirman yang artinya, Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Nisâ 64).

Tenrang kebaruan berbagai ciptaanNya di alam ini, Allah berfirman yang artinya, Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak mengoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Inilah ciptaan Allah, maka perhatikanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu)selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berbeda di dalam kesesatan yang nyata. (Qs. Luqman 10-11).

Oleh karena itu, sebagai orang beriman, mestinya selalu mengembangkan akhlak mensyukuri al-Wajid, baik dengan hati, lisan maupun perbuatan nyata.

Pertama, mensyukuri sl-Wajid di hati dengan meyakini bahwa Allah adalah zat yang maha menemukan. Allah menemukan apapun yang dikehendakiNya. Allah menemukan hambaNya ke manapun bersembunyi. Allah membalasi sekecil apapun perbuatan hamba-hambaNya.

Kedua, mensyukuri al-Wajid dengan lisan yaitu memuji dengan namaNya dan mengucapkan alhamdulillahi rabbil ‘alamin, karena manusia dianugrahi kemampuan untuk belajar, meneliti, dan menemukan hal-hal yang betmanfaat bagi hidup dan kehidupan ini.

Ketiga, mensyukuri al-Wajid dengan langkah konkret, di antaranya yang paling penting adalah berusaha menemukan jati diri sebagai manusia. Ketika kita dapat menemukan jati diri sebagai manusia, maka pasti akan dapat menemukan Allah sebagai Rabb sejatinya. Dengan demikian, dalam iman Islam, bagi orang-orang yang tidak menemukan Allah sebagai tuhannya dapat dikatakan sebagai orang-orang yang hilang dari eksistensinya sebagai hamba.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!