Mensyukuri Berkah Zikrullah

Gema, 09 Juli 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 25 Syawal 1439

Saudaraku, di antara alat kontrol diri (selfcontrol) orang beriman agar terpelihara dalam ketaatan dan rasa bahagia adalah dengan memperbanyak mengingat Allah. Dalam hal ini Allah menegaskan dalam firmanNya, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram Qs. Al-Ra’du 28)

Begitulah janji Allah, sehingga orang-orang beriman terus mengupayakannya. Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya? di waktu pagi dan petang. (Qs. Al Ahzab 41-42)

Ketika kita ingat Allah, maka Allahpun ingat kepada kita sehingga mencukupi segala kebutuhan dan keinginan kita sebelum kita minta sekalipun. Dalam hal ini Allah berfirman, Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (Qs. Al-Baqarah 152)

Sekali lagi hanya dengan zikrullah ingat pada Allah kita memperoleh keberubtungan, baik di dunia maupun alhirat. Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al Jumu’ah 10)

Dalam konteks mengingat Allah (zikrullah) dapat dilakukan secara formal dan tidak. Zikir secara formal terutama kaifiat dan bacaannya lazimnya diajarkan oleh para aulia dalam tradisi tasauf yang diikuti oleh antar generasi. Sedangkan zikir yang tidak formal lazimnya dilakukan umat Islam, kapan saja, di mana saja dan dalam keadaan apapun juga. Zikir banyak dilakukan oleh umat Islam terutama seusai menunaikan shalat, saat memiliki hajatan, saat jelang atau setelah selesai hajatan, saat menghadapi persoalan dan saat-saat lainnya yang tidak mengikat.

Meskipun bacaan zikir ada yang lazim diamalkan oleh umat Islam terutama sesuai shalat fardlu, namun secara umum bacaan apa saja dari al-Qur’an yang mengingatkan hamba kepada Rabbnya dapat dilakukan. Seperti membaca istighfar dengan lafald astaghfirullahal ‘adhim, tasbih dengan lafald subhanallah, tahmid dengan lafald alhamdulillah, takbir dengan lafald allahu akbar, tahlil dengan lafald lailaha illallah, dan seterusnya dan seterusnya. Atau memperbanyak mengucapkan lafald Allah, Muhammad Rasulullah, ya rahman, ya rahim, ya qudus … bacaan yang ternasuk dalam salah satu asmaul husna dan seterusnya.

Oleh karenanya zikir dapat dilakukan dengan mudah dan ringan tetapi berpahala besar, serta berpengaruh melahirkan rasa bahagia yang tidak disangka-sangka. Zikir bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, dalam kondisi apapun juga dengan menjaga etikanya.

Di samping saat pelaksanaan shalat dan sesudahnya, zikir atau membasahi lisan dengan kalimat thayibah (kata-kata yang baik) dapat dilakukan dengan membiasakannya. Misalnya saat berolah raga, melakukan sanitasi lingkungan, bergotong royong, saat memasak, saat mencuci atau menggosok pakaian, saat naik kendaraan pulang pwrgi ke tempat kerja, saat duduk-duduk di kantor atau di mana saja, hati dan lisan tetap terjaga dengan zikrullah. Zikrullah tidak berat, hanya perlu dibiasakan, diingatkan, dan diamalkan.

Oleh karena itu layak kita mengembangkan sikap mensyukuri zikrullah.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa zikrullah dapat mendatangkan rasa bahagia. Semakin banyak dalam mengingat Allah, maka akan semakin besar pula rasa bahagia yang akan dianugrahkan oleh Allah kepada hambaNya.

Kedua, mensyukuri zikrullah dengan memperbanyak mengucapkan alhamdulillahirrabbil ‘alamin, Allah senantiasa menganugrahi hati menjadi terjaga saat istirahat sekalipun, terbukti setiap aktivitasnya selalu dimulai dan diakhiri dengan zikrullah.

Ketiga, mensyukuri zikrullah dengan tindakan nyata seperti berusaha mendawamkannya dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari diri sendiri dan sekarang. Seperti membiasakan membaca staghfirullahal ‘adhim, subhannallah wal hamdulillah, walailaha illallah, allahu akbar …. sebanyak-banyaknya seiring dengan mata ini terbuka, desah nafas ada, kaki ini melangkah ke manapun adanya.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!