Mensyukuri Jelang Ramadhan

Gema, 16 Mei 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Saudaraku, Rabu hari ini merupakan saat-saat untuk introspeksi dan batas klimaks menyambut mempersiapkan dan gladi Ramadhan 1439 yang esok akan tiba. Idealitas Ramadhan kali ini harus lebih baik daripada Ramadhan tahun lalu, harus diperhatikan untuk mengakomodir tahapan persiapan, pelaksanaan, dan penilaiannya.

Ya sebagai sebuah proses, ibadah Ramadhan 1439 ini tentu menghajadkan persiapan sebagai tahap perencanaannya. Di sinilah terlihat pentingnya menetapkan skala prioritas ibadah yang satu atas lainnya bergantung pada tuntutan syar’iyahnya, dan seiring dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing diri hamba-Nya.

Meskipun puasa menjadi rutinitas ibadah mahdhah yang sudah dilakukan berkali-kali sesuai dengan bilangan tahunnya, namun tetap saja pelaksanaannya memiliki kualitas makna yang berbeda-beda bagi pelakunya. Maka di sinilah pentingnya terus mengevaluasi diri (muhasabah) atas persiapan, pelaksanaan, dan perubahan perilaku kita sebagai hasilnya.

Di penghujung bulan Syakban ini, perlu diingatkan kembali tentang akhlak menyambut bulan Ramadhan.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa hari-hari yang disediakan oleh Allah atas hamba-hambaNya merupakan kesempatan emas yang tidak akan terulang kedua kalinya. Oleh karenanya wsjib kita syukuri dengan terus memanfaatkannya dan mengidinya dengan ibadah dan untuk meraih keridhaanNya semata.

Kedua, memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil ‘alamin karena Allah senantiasa menurunkan karuniaNya ke atas hamba-hambaNya. Di antaranya kesempatan menyempurnakan ibadah di bukan Syakban sebagai tahap persiapan mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Betapa tidak! ada di antara orang tua, atau saudara atau handai tolan kita yang tidak seberuntung seperti kita dibeti kesempatan, kesehatan untuk menyempurnakan Syakban dan mendulang pahala saat Ramadhan tiba. Ada di antaranya yang sakit, atau musafir, atau bahkan telah dipanggil oleh Allah untuk kembali kepadaNya.

Ketiga, berhati gembira menyambut akan datangnya bulan Ramadhan. Seperti berbunga-bunga hatinya saat akan kedatangan tamu ke rumah kita, dimana tamu tersebut membawa keberkahan, menawarkan kebahagiaan, dan menyediakan ragam hadiah yang sangat menakjubkan.

Kegembiraan akan datangnya bulan Ramadhan benar-benar tidak bisa disembunyikan oleh umat Islam. Hati kaum muslimin begitu ridha dan bahagia yang memantul pada wajahnya yang cerah sumringah dan sikapnya yang mulia menghiasi kehidupan seorang muslim yang baik.

Keempat, menyiapkan segala hal yang dapat memaksimalkan pelaksanaan ibadah Ramadhan 1439 ini, baik secara fisik maupun phikhis.

Di antara persiapan fisik yang lazim dilakukan adalah menjaga stamina dan kebugaran badan dengan berdoa, berolahraga dan mengonsumsi makanan dan minuman yang halalan thayiban dan tidak israf atau berlebih-lebihan dalam suadana makmeugang sekalipun. Di samping itu juga melakukan sanitasi lingkungan, mandi keramas, menyiapkan/menambah atribut dan perlengkapan ibadah (sarung, peci, mukena, sajadah, mushaf al-Qur’an, buku-buku dll)

Secara phikhis, persiapan yang lazim dilakukan adalah bertobat, meluruskan niat, menambah pemahanan keagamaan, dan saling bermaafan, apalagi bagi anak kepada orangtuanya, bagi istri kepada suaminya dan sebaliknya, bagi murid kepada gurunya, bagi pemimpin kepada anak buahnya.

Kelima, malam pertama Ramadhan nanti berniat akan berpuasa selama hari-hari sebulan Ramadhan penuh dan mengulangi niatnya pada setiap malam untuk puasa esok harinya. Di samping itu juga berazam (bercita-cita kuat) untuk menperbanyak amalan ibadah, seperti puasa dengan ikhlas, shalat wajib dan terawih berjamaah, memberi atau mendengarkan tausiyah, tilawah Qur’an, membaca buku-buku, shalat-shalat sunat, bersedekah, memberi makanan berbuka atau sahur, mencari nafkah, menunaikan amanah dan tugas kesehariannya.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!