Mensyukuri Kemenangan

Gema, 13 Juni 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 28 Ramadhan 1439

Saudaraku, pada umumnya menang dan kemenangan itu sejatinya di ujung atau di akhir, datangnya setelah perjuangan dilakukan. Meskipun demikian tanda-tandanya telah dirasakan sebelumnya. Hari-hari selama Ramadhan, sejatinya kita telah merasakan kemenangan demi kemenangan sampai datangnya kemenangan sejati di hari raya ‘Id al-Fitri nanti. Kemenangan sejati melahirkan kebahagiaan.

Setiap hari kita berniat dan berpuasa karena Allah sampai petang tiba, dimana kita merasakan kebahagiaan saat berbuka. Dan kebahagiaan itu kita ulangi esok hari dan seterusnya sampai datangnya ‘Id al-Fitri. Dan sejatinya kita terus berusaha meraih kemenangan atau kebahagiaan sampai sesempurna kebahagiaan saat bertemu atau menyatu dengan Rabb di akhirat kelak.

Kemenangan sejati di dunia ini adalah kemenangan setelah berjuang menundukkan hawa nafsu dan bisikan setan pada diri kita masing-masing. Hari demi hari perjuangan itu kita lakukan, sehingga dapat terus merasakan kemengan atau kebahagiaan sampai puncak kebahagiaan di hari ‘Id ak-Fitri. Inilah mengapa ‘Id al-Fitri dirayakan sebagai hari kemenangan sejati.

Bulan Ramadhan saat yang sarat dengan rahmat, ampunan (anpunan) dan terbebasnya jiwa dari – belenggu kesengsaraan – neraka atau itqu minannar, meniscayakan pupus dan hapusnya segala dosa terhadap Allah, penciptanya. Oleh karenanya di hari nan fitri nanti, kita dituntun untuk menyempurnakan kemenangan, menyempurnakan kebahagiaan, menyempurnakan kefitrian dan kesucian hati kita dituntun untuk saling berbagi kemaafan dengan sesama manusia.

Ramadhan menyediakan ampunan Allah, ‘Id al-Fitri menyempurnakannya dengan kamaafan antar sesama.

Kita bersimpuh tulus di pangkuan ayah bunda juga keluarga, suami istri berbagi kemaafan, takdhim pada para orang tua dan guru, dan silaturahim pada sanak saudara untuk saling melepas kerinduan seraya memohon maaf dan memaafkan.

Oleh karenanya kita layak mensyukuri kemenangan yang kita rasakan setiap hari.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa kemenangan atau kebahagiaan hanya dapat dirasakan dengan dan bersama keridhaan Allah saja.

Kedua, memperbanyak mengucapkan rasa syukur alhamdulillahirabbil ‘alamin atas kenenangan yang Allah anugrahkan kepada kita.

Ketiga, bersyukur dengan melakukan perbuatan yang konkret, di antaranya dengan terus berusaha memoertahankan kemenangan deni kemenangan yang sudah dirasakan dengan senantiasa berada dalam ketaatan pada Allah semata.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!