Mensyukuri Kompetisi

Gema, 11 Juli 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 27 Syawal 1439

Saudaraku, dalam mengarungi kehidupan ini kita sering diingatkan untuk selalu bersyukur dan berlomba dalam kebaikan.

Dalam hubungannya dengan keberuntungan nasib dalam hidup ini kita dituntun memperhatikan orang-orang di bawah yang tidak seberuntung diri kita. Di sinilah hanya rasa syukur yang ada dan bertambah-tambah. Dan sebaliknya terkait dengan kualitas iman, ilmu dan amal kebajikan, kita dituntun untuk memperhatikan dan mencontoh orang-orang di atas yang tingkatan iman, ilmu dan amal kebajikannya melebihi di atas rata-rata. Dalam hal peningkatan kualitas iman, ilmu dan amal kebajikan inilah kita dituntun untuk berlomba, berkompetisi, berfastabiqul khairat.

Allah berpesan, “Dan Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (Q.S. al-Maidah 48)

Bahkan berkompetisi dalam kebaikan, berlomba dalam kebajikan, berpacu dalam kualitas takwa merupakan sifat para nabi dan malaikat. Allah berfirman, Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu berkompetisi/bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas” (QS Al-Anbiyaa’ 90).

Allah juga bersumpah dengan para malaikat-Nya dengan menyifati mereka dalam firman-Nya “Dan (Malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang” (QS Al- Naazi’aat 4)

Di sinilah konsep kompetisi dalam Islam yang tidak lain tidak bukan sebagai kompetisi untuk meraih prestasi, kompetisi meningkatkan ketakwaan, kompetisi meraih kebahagiaan.

Oleh karenanya sudah seharusnya kita mengembangkan akhlak dalam berkompetisi meraih prestasi.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa di atas langit masih ada langit sehingga sikap rendah hati harus terpatri sembari berpacu nersih prestasi.

Kedua, memperbanyak ucapan syukur, alhamdulillahirabbil ‘alamin atas kesempatan dan kemampuan yang Allah anugrahkan, sehingga kita dapat terus memperbaiki diri.

Ketiga, mensyukuri dengan perbuatan nyata seperti bersegera melakukan kebaikan dengan tidak menunda-nunda lagi, di manapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun juga.

Dalam hubungannya dengan kompetisi, musabaqah, perlombaan, pertandingan, dan permainan yang lazim digelar di kehidupan ini juga harus sportif dengan mengikuti seluruh aturan yang telah disepakati.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!