Mensyukuri Pergantian Musim

Gema, 02 Juli 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 17 Syawal 1439

Saudaraku, dengan kemurahanNya Allah telah menciptakan makhluk berjalan dengan hukum-hukum atau sunatullah yang ada padanya. Diciptakannya siang dan malam serta silih bergantinya, pagi dan petang, laki-laki dan perempuan, senang dan susah dan seterusnya. Termasuk juga dalam sunatullahNya adalah diciptakanNya pergantian musim seperti musim kemarau, panas, hujan, dingin, semi, dan musim gugur. Di samping itu juga ada musim tanam, musim panen, musim buah-buahan (durian, rambutan, mangga, dan seterusnya).

Setiap musim memiliki karakteristik unik dan masing-masing memiliki keberkahannya sendiri-sendiri. Keberkahan musim panas, misalnya justru bunga banyak yang bermekaran, berbuahnya buah-buahan dengan warna yang segar dan menggiurkan, kehangatan sinar matahari serta keindahan laut.

Saat musim atau udara dingin juga menjadi kondisioning nyamannya beristirahat, apalagi di malam hari. Di samping itu suasana dingin juga dapat melindungi tubuh dari panas sengatan matahari, meningkatkan pembakaran kaliri dalam tubuh dan lain sebagainya.

Begitu juga halnya dipergilirkannya musim buah-buahan seperti ada saatnya melimpah buah durian, lalu buah jeruk, berganti mangga, langsat, rambutan dan seterusnya sehingga dinamis tidak monoton dan tidak membuatnya bosan. Lalu menjadi absah bila kita merenung pertanyaan Allah, nikmat mana lagi yang dapat kamu pungkiri?

Di sinilah saudaraku, kita bertadabur. Allah berfirman, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.” (Al Baqarah (2) : 164)

Oleh karenanya kita layak mensyukuri keberkahan adanya pergantian musim yang Allah pergilirkan untuk kemaslahatan makhlukNya, teristimewa manusia.

Pertama meyakini sepenuh hati bahwa pergantian musim diciptakan oleh Allah untuk kemaslahatan manusia, yakni menjaga keseimbangan dan kedinamisan.

Kedua memperbanyak mengucapkan alhamdulillahirabbil ‘alamin atas disilihpergantian musim yang satu atas lainnya, sehingga hidup dan kehidupan berjalan dinamis dan seimbang.

Ketiga mensyukuri keberkahan adanya pergantian musim dengan perbuatan nyata, seperti menyesuaikan diri dan kebutuhannya pada musim yang berjalan dalam rangka mencari keridhaan Allah ta’ala.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!