Mensyukuri Pergaulan

Gema, 12 Juli 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 28 Syawal 1439

Saudaraku, sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri. Satu sama lain saling membutuhkan. Di sinilah kemudian melahirkan hubungan interaktif yang lazim disebut interaksi sosial. Proses berinteraksi sosial kemudian melahirkan pergaulan. Dari pergaulan lazimnya menimbulkan hubungan atau jalinan persaudaraan sampai lahirnya jalinan kekerabatan dan kekeluargaan.

Oleh karena itu, betapa pentingnya jalinan yang telah terbina, maka layak untuk diperhatikan kembali tentang akhlak dalam pergaulan. Sebagaimana dipahami bahwa pergaulan merupakan jalinan hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain yang berlangsung dalam jangka relatif lama sehingga terjadi saling mempengaruhi satu dengan lainnya.

Secara umum, pergaulan dapat terjadi antara dua belah pihak, seperti pergaulan dengan sebaya sesama teman, pergaulan dengan orang yang lebih tua, pergaulan dengan yang kebih muda, pergaulan dengan lain jenis (laki-laki dengan perempuan atsu sebaliknya)

Dalam banyak tempat Allah menuntun kita untuk menjalin hubungan dan memeliharanya dengan sikap terpuji. Di antaranya Allah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Qs. Al-Hujurat 11 – 13

Secara umum akhlak dalam pergaulan dengan antarsesana adalah.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa di hadapan Allah semua manusia adalah sama berasal dari jenis yang satu. Tidak ada kemuliaan kecuali dengan takwa. Oleh karenanya dalam pergaulan mestinya tidsk diskriminatif, tebang pilih.

Kedua, mensyukuri pergaulan dengan memperbanyak mengucapkan alhamdulillahirabbil ‘alamin karena Allah selalu menuntun hambaNya untuk berinteraksi satu dengan lainnya guna meraih kemaslahatan dan kebahagiaannya.

Ketiga, mensyukuri dengan tindakan nyata yaitu menciptakan hubungan baik dan memeliharanya dengan menjaga tatakrama saat bergaul seperti menjaga sopan santun, saling menghormati, saling menghargai, saling tolong nenolong dan seterusnya.

Secara lebih khusus saat bergaul dengan orang yang lebih tua, kita dituntun untuk menghormatinya, tidak mengeraskan suara atas suaranya, tidak membelakanginya saat berbicara, tidak memotong pembicaraannya, tidak duduk lebih tinggi dari tempat duduknya, meneladani dan meneruskan akhlakul karimahnya.

Dan bergaul dengan yang lebih muda, kita dituntun untuk menyayanginya, mengapresiasi karyanya, dan memberi contoh suri tauladan akan kebajikan dan ketaatan.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!