Mensyukuri Pujian Mailakat

Gema, 19 Mei 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Saudaraku, di antara fadhilah qiyamu Ramadhan terutama melalui ibadah shalat tarawih malam ketiga ini adalah adanya puji-pujian dari para malaikat atas keampunan dosa orang-orang beriman yang menegakkannya.

Sebagaimana iman Islam bahwa keberadaan dan turunnya malaikat merupakan salah satu tanda keberkahan bahkan ketika lailatul qadar tiba tampak nyata. Mari kita simak firman Allah, Surat Al-Qadar ayat 1 – 5 yang terjemahannya tertera berkut ini.

Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Mailaikat itu makhluk Allah serba taat dan makhluk langit serta simbol kebaikan, keagungan juga ketinggian. Malaikatlah yang senantiasa meneruskan ilham kebaikan kepada manusia. Berbeda dengan setan yang terkenal sebagai makhluk Allah serba ingkar dan simbol kejahatan, keburukan dan kerendahhinaan. Setanlah yang pekerjaannya mengganggu dan menjerumuskan anak cucu Adam saat di dunia ini. Oleh karenanya setanlah yang mengilhamkan kejahatan pada manusia.

Ketika kita memperoleh pujian dari malaikat, maka dipastikan berada dalam kondisi dan aktivitas yang mulia, apalagi malaikat santiasa mengilhamkan kebaikan, kesejukan, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi diri dan makhluk di seluruh alam semesta. Jika hati kita sudah dipenuhi dengan kehadiran malaikat yang membawa ilham kebaikan, dan tidak ada ruang lagi untuk masuknya setan yang membisikkan kejahatan, maka kondisi phikisnya akan aman nyaman sejahtera yang mewujud dalam perilaku adalah kebaikan, kebajikan, dan kemaslahatan. Makanya ada ungkapan ”bagaikan malaikat yang dikirim ke bumi” bagi orang-orang yang hanya berlaku baik ini.

Oleh karena itu mestinya kita mengembangkah sikap bersyukur keoada Allah atas karuniaNya yang tercurah kepada kita hamba-hambaNya yang diberi kekuatan mengerjakan shalat tarawih dan segala ibadah di tiga Ramadhan ini.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa orang-orang yang memperoleh pujian dari malaikat dan hatinya hanya diisi dan dipenuhi dengan ilham kebaikan (dari malaikat) sehingga bisikan jahat (dari setan) tidak bisa menembus mempengaruhinya, maka sepanjang hidupnya akan damai dan mendamaikan, akan sejahtera dan mensejahterakan, bahagia dan membahagiakan.

Kedua, bersyukur dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirrabbil ‘alamin, atas karunia Allah dengan mengutus para malaikatNya untuk mengilhamkan kebajikan atas nhamba-hambaNya, sehingga menjadi orang-orang terpuji, baik dari makhluk di bumi maupun makhluk dari langit.

Ketiga, bersyukur dengan melakukan langkah konkret, yaitu mengukuhkan keterpujiannya dalam perilaku nyata di segala aspek kehidupannya sehari-hari. Di sinilah orang-orang beriman dapat tampil menjadi pribadi yang baik, santun, arif, bijaksana, cerdas dan dermawan laksana “mslaikat turun di bumi”.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!