Muslim Uighur Menjerit, Bagaimana Sikap Kita

GEMA JUMAT, 21DESEMBER 2018

Oleh : Nursalmi,S.Ag

Lebih dari 1 juta tahanan yang kebanyakan etnis Uighur terus ditahan di tempat yang oleh China disebut  “Kamp Pendidikan Ulang’ di China barat, menurut  Kepala Komisi Eksekutif Kongres China (CECC), dikutip The Epoch Times.

Pejabat Partai Komunis China (PKC) mengatakan penahanan massal di kalangan penduduk Uighur, yang mayoritas beragama Islam, adalah bagian dari langkah-langkah yang menurutnya ‘menindak terorisme, ekstremisme agama, dan separatisme’ di negara itu. PKC telah menggunakan alasan potensi “ancaman ekstrim” untuk membenarkan pengawasan ketat dan penindasan terhadap etnis Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya di wilayah Xinjiang.

Etnis Uighur “dirantai seperti binatang,” dicabut makanan dan tidur, dan dipukuli sampai tubuh mereka “bengkak dan menuangkan darah.” Para wanita muda Uighur diperkosa setiap hari oleh para pejabat PKC di kamp-kamp dan dapat dibunuh jika mereka menolak.

Biasanya ada 40 hingga 50 orang di satu ruangan kecil, tetapi lima sampai 10 secara teratur dikeluarkan dan mereka menghilang begitu saja – mereka tidak pernah kembali. Puluhan orang terbunuh sepanjang waktu. ”Hidayatullah.com

Umat Islam saat ini selalu dikriminalisasikan oleh musuh musuhnya hampir di berbagai belahan dunia, dengan alasan radikalisme, separatisme dan terorisme. Tidak ketinggalan muslim Uighur yang juga mendapat penyiksaan dari pemerintahnya sendiri. Pemerintah yang seharusnya mengatur urusan rakyatnya, memberi kenyamanan dan ketentraman kepada rakyatnya, tetapi yang mereka dapatkan adalah pemerintahnya sendiri membasmi rakyatnya seperti memperlakukan binatang yang mengganggu kenyamanan hidup mereka.

Mereka ditahan di sebuah tempat penahanan, Diduga mereka dipaksa bersumpah setia kepada Presiden Xi Jinping, ditahan tanpa batas waktu yang jelas. Mereka dianggap sumber penyakit. Mereka dipaksa menyerukan slogan slogan partai komunis. Gerak gerik mereka terus dipantau, mereka dipenjara, diperkosa, disiksa bakhan ada yang sampai pada kematian.

Anak-anak Uyghur dipaksa untuk berbicara bahasa Cina, berpakaian pakaian tradisional Tiongkok, mengkonsumsi makanan haram, beribadah dan sujud ke patung Confucius, menghafal arti bendera Komunis.

Tindakan ini dilakukan dalam rangka penyucian otak, agar muslim Uighur melupakan identitasnya sebagai seorang muslim. Di dalam penjara mereka dilarang melaksanakan shalat dan ibadah ibadah lain, bahkan dipahamkan kepada mereka bahwa shalat itu merupakan ibadah yang berbahaya. Al Quran itu berbahaya. Mereka dipaksakan makan babi dan minum minuman keras. Kalau mereka tidak menuruti perintah para penjaga penjara maka mereka akan mendapat penyiksaan yang sangat serius.

Beginilah kondisi saudara saudara kita di uighur. Bagaimana sikap kita melihat kondisi seperti ini. Mereka menangis, menjerit memanggil dan memohon pertolongan dari umat Islam di seluruh dunia. Apa jawaban kita di hadapan Allah nanti, ketika mereka meminta pertanggung jawaban kita. Mengapa pemimpin pemimpin muslim tidak melakukan suatu tindakan nyata untuk membantu mereka. Sebahagian pemimpin muslim mengutuk tindakan pemerintah China terhadap muslim Uighur, namun hal itu tidaklah cukup, karena jangankan menghentikan perbuatannya bahkan direspon saja tidak. Ucapan kutukan tidak ada pengaruhnya, tanpa ada tindakan nyata untuk membantu menyelesaikan persoalan yang sedang mereka hadapi. Untuk apa juga ditempatkan duta besar di setiap negara kalau masalah rakyat mereka tidak bisa diselesaikan.

Jika para pemimpin dunia berdiam diri membiarkan muslim Uighur dan muslim muslim lain dijajah oleh musuh musuh Islam, maka umat Islam akan hancur di seluruh dunia. Umat Islam tidak seharusnya menjadi korban kejahatan mereka, karena pemimpin pemimpin dunia Islam punya kekuatan besar untuk melawan mereka, baik dengan kekuatan fisik maupun dengan kekuatan ekonomi, andai saja mereka bersatu. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW;

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang kokoh, satu sama lain saling menguatkan” kemudian beliau menggeggamkan jari-jarinya(Muttafaqun Aleih).

Dalam hadits yang lain beliau bersabda, Artinya: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Begitulah seharusnya perasaan kita selaku umat Islam, seperti satu tubuh, apabila sebahagian anggota tubuhnya terasa sakit, maka akan terasa sakit ke seluruh tubuhnya. Ketika saudara kita merasakan sakit yang luar biasa karena penidasan dari musuhnya, maka kitapun merasakan sakitnya. Untuk mengobatinya perlu dicarikan solusi tuntas. Umat Islam harus mencari solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi muslim Uighur, solusinya hanya satu, yaitu kembali ke sistem Islam, karena dalam Islam tidak ada skat nasionalisme yang menghalangi kita untuk menolong mereka. Umat Islam adalah ummatan wahidah.

Sudah seharusnya kaum muslimin bersatu di bawah kepemimpinan muslim. Butuh seorang khalifah untuk membela hak hak muslim Uighur dan muslim lainnya yang tertindas. Seperti kita baca dalam sejarah bahwa hidup di bawah naungan kepemimpinan Islam, semua rakyatnya aman sentosa. Untuk itu bersatulah wahai umat Islam sedunia. Bangkitlah wahai para pemimpin Islam, angkatlah penderitaan saudara saudara kita yang tertindas di Uighur dan di belahan dunia lain. Bersatulah umat Islam, agar muslim bisa menguasai dunia seperti pada masa keemasannya.

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!