Penghimpunan Baznas Selama Ramadhan Lampaui Target

GEMA JUMAT, 22 JUNI 2018

Jakarta (Gema) – Seiring perbaikan di berbagai sektor, peningkatan pelayanan dan kampanye kesadaran zakat yang gencar pada Ramadhan 2018, kepercayaan masyarakat kepada Baznas disebut meningkat. Public trust yang tinggi ini mendorong kenaikan pengumpulan zakat selama bulan suci menembus angka Rp 60 miliar.

Capaian fundraising tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 54 miliar dan naik 47,5 persen dari pengumpulan Ramadhan 2017. Sebelumnya pada Ramadhan tahun lalu Baznas berhasil mengumpulkan Rp 40 miliar.

Deputi Baznas M. Arifin Purwakananta, menyatakan hasil pengumpulan zakat sebesar Rp 60 miliar masih bersifat sementara. Karena, rekening luring (offline) baru bisa diakses setelah operasional bank terkait buka saat hari kerja pada pekan depan. “Alhamdulillah penghimpunan selama Ramadhan sampai malam menjelang Idul Fitri bisa mencapai Rp 60 miliar,” ujar Arifin.

Dia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan kepada Baznas dalam berzakat. Ia juga berterima kasih pada peran awak media yang membantu publikasi berbagai inovasi pelayanan zakat dan realisasi program pemberdayaan mustahik.

Arifin menjelaskan, penerimaan zakat Baznas terdiri atas dua jenis. Sebanyak 20 persen dari Unit Pengumpul Zamat (UPZ) Baznas yang berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di sejumlah kementerian, lembaga negara, TNI, Polri, dan lain-lain. “Sedangkan sekitar 80 persen didapatkan dari masyarakat umum melalui berbagai moda pembayaran,” ucap Arifin.

Pada Ramadhan lalu, lanjut dia, Baznas gencar memfasilitasi kemudahan pelayanan berzakat melalui kerja sama dengan banyak provider belanja digital. Arifin melaporkan, perolehan zakat di Baznas daerah dan lembaga-lembaga amil zakat (LAZ) se-Indonesia juga tumbuh bersama secara baik. Sehingga, berhasil mencapai target penghimpunan Ramadhan secara nasional Rp 3 triliun.

“Rata-rata kenaikan pengumpulan secara nasional adalah 20 persen setiap tahun,” kata dia.

Lebih jauh Arifin menjelaskan, Baznas memastikan zakat masyarakat Indonesia disalurkan untuk mustahik yang berhak sesuai dengan tuntunan syariah dan perundang-undangan yang berlaku.

Istiqlal kumpulkan Rp 219 juta

Sementara Pengurus Masjid Istiqlal telah menerima zakat fitrah dari masyarakat sejak awal Bulan Ramadhan 2018. Hingga hari terakhir Ramadhan, zakat fitrah yang terkumpul di masjid Istiqlal mencapai Rp 219.200.000.

“Selama Ramadhan, Panitia Amalaiyah Ramadhan Masjid Istiqlal 1438 Hijriyah telah menerima zakat fitrah dari jamaah dan kaum muslimin sebesar Rp 219 juta,” ujar Kepala Bagian Protokol dan Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abd Salam.

Dia mengatakan, pengurus Masjid Istiqlal menetapkan standar zakat fitrah sebesar Rp 50 ribu per orang. Namun, menurut dia, masyarakat tidak hanya bisa menyalurkan zakat fitahnya berupa uang saja, tapi juga dengan beras pandan wangi sebanyak 3,5 liter.

Menurut dia, zakat fitrah yang berbentuk uang itu tetap disalurkan dalam bentuk beras kepada yang berhak atau mustahik. “Zakatnya langsung di sini berupa uang Rp 50 ribu atau berupa beras. Tapi uang itu nanti dibelikan dalam bentuk beras juga untuk dibagi ke fakir miskin,” ujarnya.

Selain zakat fitrah, selama Ramadhan Masjid Istiqlal juga mengumbulkan zakat mal sebesar Rp 138.605.000, fidyah terkumpul Rp 15.200.000, dan kafarat sebesar Rp 2.400.000.  Smh/Rep

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!