Puasanya Sia Sia

Renungan Ramadhan Day-6

Oleh: Nursalmi,S.Ag

Ramadhan tahun ini, dimana-mana kita mendengar berita hoax, bohong, dusta, curang dan sebagainya. Umat muslim pasti mengetahui dusta dan kecurangan itu perbuatan dosa, lebih lebih jika dilakukan ketika sedang berpuasa, maka dusta itu dilarang keras. Karena dusta itu tidak pernah membawa kebaikan, malah yang ada hanyalah keburukan. Puasanyapun sia-sia, Allah tidak menerimanya.

Rasulullah SAW melarang tegas melakukan dusta bagi orang yang sedang berpuasa, sebagaimana sabdanya,

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”(HR.Bukhari ).

Perbuatan dan ucapan dusta juga merupakan tanda orang munafik. Hadits yang sangat populer bahkan sudah dihafal oleh anak anak yang masih duduk di sokolah dasar tentang hal itu sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

“Tanda tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia khianat.”(HR. Bukhari ).

Dusta (curang) juga termasuk perbuatan jelek yang menyebabkan pelakunya pada kesengsaraan dan tempat akhirnya adalah neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada syurga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta”.(HR. Muslim ).

Hadits di atas menunjukkan bahwa dusta itu perbuatan yang sangat berbahaya. Ibadah puasa orang yang berdusta tidak diterima Allah. Rasulullah mengatakan bahwa Allah tidak butuh dari rasa lapar dan hausnya. Itu adalah bahasa yang keras dan tegas, larangan dusta ini bukan hal yang spele.

Biasa orang berdusta disebabkan ada sesuatu yang ingin didapatkan, yang dia merasa dengan kejujuran hal itu tidak bisa diperoleh, apakah itu suatu barang atau kekuasaan. Tetapi sangat disayangkan karena perkataan dan perbuatan dusta bukan hanya tidak mendapatkan pahala dari puasanya bahkan ganjarannya adalah neraka.

Oleh karena itu tinggalkan dusta, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi seterusnya di bulan bulan yang lain, karena dusta itu hanya membawa mala petaka. Sebaliknya jujurlah dalam setiap ucapan dan perbutan, Karena dengan kejujuran akan mendapatkan kebaikan, tanpa harus dengan berdusta dan tempatnya adalah syurga. Seperti yang dikatakan oleh seorang anak muda, ketika ditanyakan oleh Ibnu Umar tentang ibadah apa yang dilakukannya sehingga Nabi menjamin dia sebagai penghuni syurga. Jawaban pemuda itu sederhana sekali, bahwa dia tidak pernah cemburu terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain, dan tidak pernah berbohong sekecil apapun. Semoga kita bisa meneladaninya dan Semoga Allah menerima amal ibadah kita.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!