Rezeki Tidak Halal, Penyebab Malas Ibadah

Gema JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016

Banda Aceh (Gema) – Mencari rezeki halal dengan cara bekerja merupakan salah satu ibadah kepada Allah SWT. Dengan memiliki harta, seseorang bisa memenuhi segala yang menjadi kebutuhannya baik sandang, pangan maupun papan.

Namun tak semua rezeki yang didapat berasal dari yang halal, sehingga dampak menakutkan menikmati harta haram pun tak pernah terasa oleh mereka yang mendapatkannya. Diantara harta haram sehingga‎ rezekinya tidak berkah yang diperoleh lewat transaksi riba atau dengan cara menzalimi orang lain dan mengambil harta yang bukan haknya lewat korupsi atau mencuri, juga sumber-sumber yang telah dilarang dalam Islam.

Demikian antara lain disampaikan Ustaz Dr Abizal M Yati Lc MA, Ketua Bidang Pendidikan Dewan Dakwah Aceh saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di kawasan Desa Meunasah Manyang, Pagar Air, Ingin Jaya, Rabu (21/09/2016) malam.

“Dunia di akhir zaman ini memang memberikan godaan, sehingga manusia tak pernah puas untuk terus memperbanyak hartanya dan tidak memikirkan lagi haram ataupun halal,” ujar Abizal yang juga Wakil Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh ini.

Pada pengajian yang turut dihadiri Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Dr Kusmawati Hatta MPd, Direktur Syariah dan SDM Bank Aceh, Haizir Sulaiman, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, Aminullah Usman dan Direktur BPR Mustaqim Sukamakmur, T. Hanansyah, juga menghadirkan pemateri dari negeri jiran, Dr Taniza Toha, Presiden Persatuan Konseling Pendidikan (PEKA) Malaysia.
Abizal menambahkan, soal harta haram yang tidak akan pernah berkah ini, juga sudah diperingatkan oleh Rasulullah SAW, “Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram“. (HRBukhari).

Bahkan, di akhir zaman ini yang lebih parahnya lagi ada ‎sebagian orang berkata, ‘Yang haram saja susah apalagi yang halal’. Ini adalah ucapan orang-orang yang jauh dari petunjuk dan hidayah Allah.

“Padahal yang halal jauh lebih mudah didapatkan daripada yang haram. Seorang muslim yang taat, ia akan memerhatikan rambu-rambu agamanya sehingga ia akan memilah antara yang rezeki halal dan yang haram. Ia tidak akan memberi makan dirinya, istri anak-anaknya dan keluarganya kecuali dengan rezeki yang halal,” terang Staf Pengajar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry ini.

Dikatakannya, kehalalan maupun keharaman akan menjadi rentetan panjang perbuatan yang lainnya. Dampak menikmati dan memakan harta haram, akan petaka yang akan dirasakan oleh manusia baik saat di dunia maupun di akhirat kelak. Sayed Husen/Rel

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!