Sya’ban Bulan Bayar UtangSya’ban Bulan Bayar Utang

GEMA JUMAT, 05 MEI 2017

Bulan Rajab sudah berlalu, yang dinamakan dengan bulan ta’dhim yaitu, bulan yang dimuliakan Al- lah Swt. Seiring memasuki Sya’ban, bulan kedelapan dalam sistem kalender Islam. Bulan Sya’ban berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Sya’ban berasal dari bahasa Arab dari kata syi’ab, yang artinya adalah jalan di atas gunung.

Umat Islam kemu- dian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan demi mencapai ke- baikan. Ada pula yang menyebutkan Sya’ban berasal dari kata tasya’aba yang berarti berpencar, karena pada masa itu, orang Arab biasa pergi memencar, keluar mencari sumber air.

Ketua Prodi Ilmu Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Dr. Tgk H Abdul Gani Isa, SH MAg, menjelaskan, ada beberapa peristiwa dalam bulan Sya’ban, seperti ter- jadi pertukaran kiblat, yang sebelumnya menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina, berubah menghadap ke Bait- ullah (Ka’bah) di Mekkah.

“Tahun ke-2 Hijriyah, ketika Nabi shalat di Masjid Qiblatain, turunlah ayat Fawalli wajhaka syatral Masjidil Haram (QS. Al- Baqarah: 144), saat itu Nabi langsung mengarahkan dirinya menghadap ke Masjidil Haram di Mekkah, setelah berlangsung selama 16 bulan menghadap ke Baitul Maqdis,” ujarnya kepada Gema Baiturrahman, Rabu (3/5) kemarin.

Ia menuturkan, dalam sebuah atsar menyebutkan: “Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan
Ramadhan bulan umatku.” Allah Swt telah melebihkan Sya’ban dari bulan yang lain. “Rasulullah Saw memperbanyak amal ibadah di bulan ini, seperti berpuasa dan ibadah lainnya”, jelas Tgk Abdul Gani.

Dari sisi fi sik, lanjut dia, di bulan Syakban merupakan persiapan bagi kita untuk menghadapi puasa di bulan Ramadhan sebulan penuh. Dari sisi spiritual, mengantarkan amal-amal kebaikan kita yang sedang menuju keharibaan Allah dalam kondisi terbaik, terhindar dari maksiat dan dosa, ternyata inilah hikmah kita dari puasa.

Menurutnya, disamping sebagai bulan kontrol, Sya’ban juga sebagai koreksi diri, keluarga dan masyarakat secara menyeluruh, menyangkut apakah nilai-nilai Rajab sudah teraplikasikan di bulan Sya’ban atau belum, baik melaksanakan perintah shalat dengan baik dan disiplin, maupun perintah lainnya dari Allah Swt dan Rasul- Nya Muhammad saw, atau masih sebatas lalai larut dengan kemewahan hidup duniawi,” pungkasnya.

Ia kembali menambahkan, memasuki bulan Sya’ban, marilah memperbanyak syukur kepada Allah Swt, sembari memperbanyak amal saleh serta memohon keampunan diringi doa kepada-Nya. “Bagi yang punya utang puasa Ramadhan, segeralah dilunasi karena Sya’ban adalah bulan terakhir sebelum memasuki Ramadhan,” jelasnya.

Senada dengan Tgk Abdul Gani, Tenga Pengajar  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malikussaleh
Lhokseumawe, Dr. Munadi Usman MA menjelaskan, bulan Sya’ban merupakan ajang latihan dan persiapan bagi umat islam untuk menghadapi puasa dibulan Ramadhan. “Untuk itu dibulan ini sangat dianjurkan untuk berpuasa sebagai latihan menghadapi puasa Ramadhan,” tuturnya.

Menurut Alumni Dayah MUDI Mesra Samalanga ini, bulan Sya’ban memi- liki keutamaan khususnya dalam ibadah puasa. Dima- na di Bulan Sya’ban dimana amal manusia diangkat oleh Allah. “Oleh karena itu Alangkah baiknya jika amalan seseorang saat diangkat ia sedang berpuasa,” ujarnya.

Disamping itu, ia menyarankan kepada umat Islam untuk terus memperbanyak amalan bacaan Alquran di bulan Sya’ban, seperti dikatakan Salamah bin Kahil: “Dulu bulan Sya’ban disebut pula dengan bulan membaca Alquran. Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil,” pung- kasnya. (Indra Kariadi)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!