Tanggung Jawab antara Sesama Mukmin dan Muslim

GEMA JUMAT, 7 DESEMBER 2018

Ruangan hadits (7)

Prof. Dr. H. Zainal Abidin Alawy, MA

Dengan tingkah laku yang baik, seluruh amalannya diterima. Dari anas bin malik R.A. sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Tingkah laku yang dimiliki seseorang, menjadikan seluruh amalannya diterima di sisi Allah SWT; sucinya tubuh  seseorang dalam mendirikan shalat nya, akan dapat membersihkan semua dosanya dan jadilah amalan dan ibadah shalatnya merupakan tambahan pahala baginya. H.R. Abu ya’la, Al-bazzar dan At-tabrani didalam Al-austha.

Tingkah laku yang baik tidak hadir dengan serta merta, akan tetapi dia lahir sejak umur dini melalui latihan dan kebiasaan yang dilatih oleh guru pertama, yaitu ibu dan bapaknya dirumah tangga. Rumah tangga adalah sekolah pertama bagi seseorang manusia dan ibu merupakan guru pertama yang mengajarkan dan melatih karakter bagi seseorang.

Dari sinilah secara berangsur-angsur karakter manusia terbentuk. kemampuan orang tua dan anggota keluarga dalam membina karakter seseorang, akhirnya seseorang berkarakter dan berakhlak mulia.

Akhlak mulia dan kesopanan yang dimilikinya menjadikan seseorang terdorong melakukan perbuatan dan amalan baik dalam hidupnya.

Allah SWT berfirman: Adapun orang yang beriman dan melakukan kebaikan, maka dia mendapat pahala yang terbaik sebagai balasan (Q,S. Al-kahfi (18) : 88)” Barang siapa yang mengerjakankebaikan sebesar zarrah, maka dia akan melihat (balasannya) ( Q.S Al- Zalzalah (99) :7)

Allah tidak pernah menyia-nyiakan  pahala amalan kebaikan orang beriman dan mengerjakan kebaikan sebagaimana dijanjikan dalam FirmanNya: “Sesungguhnya mereka yang beriman dan melakukan kebaikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.” (Q.S Al-kahfi (18): 30)

Kebaikan itu pada hakikatnya tidak akan lahir kecuali karena ingin mendapatkan kebaikan pula. Inilah bentuk usaha orang-orang yang beriman dalam melaksanakan amal baik mereka.

Berdasarkan hadits dari sa’ad dari sa’id al-khudri dari ‘iyadl bin abdullah, sesungguhnya dia mendengar abu sa’id al-khudry berkata: Rasulullah saw berdiri dan beliau berpidato dihadapan para sahabat tahu-tahu ada seseorang pria berkata kepadanya: “ya Rasulullah! Akan datangkah kebajikan melalui kejahatan? Rasulullah pun berdiam diri untuk sejenak. Kemudian beliaupun bersabda: apa yang anda tanyakan? Abu sa’id berkata: kataku”akan datangkah kebajikan melalui kejahatan? maka Rasulullah pun menjawab: “sesungguhnya kebajikan tidak datang, kecuali untuk mendatangkan kebajikan pula”. H.R Ibnu majah (lihat sunan ibnu majah jus ke dua, hadits ke 3995 hal.1323.

Untuk shalat memerlukan kesucian tubuh seseorang dari hadas besar dan kecil tanpa kesucian shalat itu menjadi tidak sah.

Dengan  sucinya tubuh seseorang sebelum mendirikan shalatnya, maka akan dapat membersihkan dan menghapuskan semua dosanya dan ibadah shalatnya merupakan tambahan pahala baginya yang merupakan nilai plus dalam ibadah shalatnya. Ini merupakan pertambahan nilai baginya.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!