Tu Sop Sampaikan Kunci Sukses Penerapan Syariat Islam

GEMA JUMAT, 14 DESEMBER 2018

Banda Aceh (Gema) – Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop) mengatakan syariat Islam tidak akan tumbuh kalau semua elemen tidak mengambil perannya masing-masing.

“Syariat Islam akan sukses ketika semua orang menjadikan profesinya jalan menuju surga,” paparnya pada acara peringatan maulid dan pelantikan pengurus baru Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Banda Aceh, Kamis (13/12).

Profesi apapun mesti berperan dalam penerapan syariat Islam. Islam intinya bagaimana mengubah perjalanan hidup menjadi perjalanan ke surga, dan sukses dalam perjalanan setelah kematian. Dalam sebuah hadis Rasulullah mengingatkan muslim jangan sampai dunia menjadi malapateka akhirat. Dunia harus dijadikan tempat berinvestasi demi akhirat. Imam Syafii juga menyampaikan bahwa sukses dunia dengan ilmu, sukses akhirat dengan ilmu, dan sukses di keduanya juga dengan ilmu.

Dunia akan baik dengan lima perkara yakni ilmu ulama, adilnya seorang pemimpin, kederawanan orang kaya, dan doanya orang miskin. Ilmu yang tersampaikan kepada pemimpin akan melahirkan pemimpin yang adil. orang kaya mau menyumbangkan hartanya demi kebaikan islam, orang awam menjadi dekat dengan Allah.

Ia menuturkan bahwa profesi wartawan sangat strategis untuk menyebarkan pengetahuan serta mediator pelaksanaan syariat. Wartawan diharapkan mampu membentuk persepsi masyarakat bahwa syariat Islam rahmatal lil alamin. “Syariat Islam di Aceh akan sukses  ketika semua orang menjadikan profesinya sebagai jalan menuju surga.

Orang yang memahami syariat Islam pasti tahu bahwa segalanya bisa diselesaikan dengan syariat Islam. Kalau syariat Islam sukses memberikan dampak positif maka menjadi dakwah se-Indonesia. Kesuksesan dan kegagalan syariat Islam di Aceh menjadi tolok ukur dampak penerapan syariat Islam. Kalau menerapkan syariat dengan kebodohan maka sama dengan berlari dalam kegelapan. Tu Sop mempertanyakan di mana letak syariat kalau pendidikan, ekonomi, sosial, sistem kepemimpinan belum bersyariat.

Syariat Islam tidak dapat dijalankan dengan hanya memiliki semangat dan niat, melainkan juga memerlukan ilmu. Seyogianya penerapan syariat Islam harus mengikuti metode Nabi Muhammad menyebarkan Islam. Rasulullah sukses mendistribusikan dan sasaran yang didistribusikan mampu menerimanya. Islam tidak akan kuat tanpa fasilitasi dan edukasi yang memadai. “Kegagalan dan keberhasilan penerapan syariat Islam karena faktor muslim itu sendiri. Bukan bermasalah pada syariatnya,” lanjutnya. Zulfurqan

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!