Ulama Aceh Gelar Konsolidasi

GEMA JUMAT, 17 NOVEMBER 2017

Banda Aceh (Gema)

Sejumlah ulama, Teungku Dayah, dan anggota Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama yang berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh, mengikuti Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Ulama NU Aceh di Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Banda Aceh.

Kegiatan yang berlangsung 11-12 November 2017 tersebut, menghadirkan sejumlah pemateri diantaranya Iskandar Zulkarnaen, Ph.D, Dosen Unimal Lhokseumawe, Dr. H. Bustami Usman, SH,SAP,M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Tgk H Nuruzzahri Yahya, Rais Syuriah NU Aceh, serta Tgk H Faisal Ali, Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh.

Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali dalam sambutannya, Sabtu (11/11) malam mengatakan tujuan kegiatan ini untuk menjaring sejumlah persoalan umat yang terjadi di Aceh yang akan disampaikan dalam Musyawarah Nasional Nahdlatul Ulama (Munas NU) yang akan berlangsung di NTB, tanggal 23-25 November 2017 mendatang.

Dalam kegiatan ini, juga dibahas sejumlah persoalan seperti peningkatan kualitas pendidikan dayah di Aceh supaya ke depan semakin lebih baik lagi dengan meningkatkan fasilitas dan bahan belajar santri.

Persolan lainnya adalah pengembangan mualaf, serta menangkal adanya misi misionaris yang kini masih menjadi salah satu persoalan yang terjadi di kawasan perbatasan Aceh dan Sumatera Utara.

Disamping itu, Bustami Usman dalam sambutannya pembukaan Rakor dan Konsolidasi Ulama NU Aceh mengatakan, bahwa Rakor NU kali ini memiliki makna penting dan strategis untuk mengevaluasi, serta menilai pelaksanaan program melalui laporan pengurus cabang, badan otonom dan Lembaga NU Aceh selama tahun 2017.

Untuk itu, Bustami berharap agar Rakor ini mampu menyusun program kerja tahun selanjutnya, dan membahas persoalan–persoalan fundamental yang dihadapi umat dan bangsa serta mengevaluasi program yang sudah dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, Bustami juga menyampaikan bahwa kehadiran ulama saat ini sangat dibutuhkan dalam konteks yang lebih besar untuk kebangkitan umat dalam rangka menghadapi tantangan yang sangat beragam saat ini.

Menurutnya, ulama merupakan sebuah komponen yang masih menjadi perekat dalam sebuah masyarakat yang penuh harapan, dedikasi, mengayomi, ditambah dengan kemampuan mengarahkan umat untuk hal- hal yang lebih baik.

Selain itu, dalam pertemuah tersebut juga membahas sejumlah persoalan umat yang terkini, sekaligus menampung sejumlah persoalan yang terjadi di daerah, untuk mendapatkan solusi terbaik dari para ulama, teungku dan masyarakat untuk pengembangan agama Islam di Aceh.(Indra Kariadi)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!