Istiqamah Dalam Ibadah

GEMA JUMAT, 14 JUNI 2019

Oleh Tgk H Muhammad Hatta, Lc, M.Ed

Imam Al-Haddad mengatakan, kalau ibadah kita karena Ramadhan, maka memang Ramadhan telah berlalu, namun kalau Ibadah kita karena Allah swt maka sesungguhnya Allah SWT senantiasa ada dan kekal selamanya. maka seharusnya hikmah dari Ramadhan yang lalu adalah membentuk kepribadian dan menambah keyakinan kita kepada Allah SWT sehingga tentunya Ibadah kita terus meningkat sekalipun ramadhan telah berlalu.

Maka untuk mencapai hakikat ibadah kepada Allah SWT, Imam Abdullah bin Umar menyebutkan beberapa perkara yang mesti kita miliki:

Pertama, Ilmu, karena tentunya tanpa Ilmu tidak mungkin kita bisa beramal dengan benar. Ilmu yang akan membedakan orang yang benar dan orang yang sesat. Allah menyebutkan bahwa tidaklah sama orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat, dimana antara satu derajat dengan derajat lainnya disebutkan didalam hadits perjalanan 500 ribu tahun.

Kedua, Amal, ilmu yang tidak disertakan dengan amal maka digambarkan oleh Baginda Rasulullah saw seperti pohon yang tidak berbuah.  Memang ada manfaatnya, namun sangat sedikit manfaat yang diperoleh dibandingkan dengan pohon yang berbuah.  Bahkan Iman seorang mukmin akan meningkat dan berkurang mengikut kepada sejauhmana amal ketaatan mereka kepada Allah SWT.

Ketiga, Ittiba` dengan sunnah Rasulullah SAW, terkadang amal yang kita kerjakan tidak sesuai dengan sunnahnya Rasulullah saw.  Maka untuk menentukan bahwa apa yang kita lakukan sesuai dengan sunnahnya Rasulullah saw, adalah sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya: wajib diatasmu dengan sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang terpetunjuk, gigitlah sunnah mereka dengan gigi gerahammu.

Keempat, Ikhlas, karena Allah memerintahkan bahwa setiap amal yang kita kerjakan mestilah Ikhlas sebagaimana firmannya dan tidaklah diperintahkan mereka kecuali supaya mereka beribadah secara ikhlas kepada Allah SWT.

Kelima, Khauf, yaitu merasa takut kalau ibadah yang mereka kerjakan tidak diterima oleh Allah swt.  Maka orang yang memiliki sifat Khauf ini, senantiasa merasa khawatir sekalipun disisi yang lain kita mesti berbaik sangka kepada Allah SWT agar amal ibadah kita diterima disisi Allah SWT.

Keenam, Istiqamah, maka ibadah yang sudah kita lakukan sepanjang ramadhan mesti diteruskan sekalipun sekarang ini kita tidak lagi berada didalam bulan Ramadhan

Melihat kepada enam konsep dasar ini, tentunya di bulan Syawal ini, tidaklah membuat kita merasa begitu bebas, namun kita sebagai mukmin yang ingin untuk dekat dengan Allah akan senantiasa merasa khawatir sekiranya ibadah yang sudah kita lakukan, apakah di bulan ramadhan atau di luar Ramadhan ini terkadang terdapat banyak kekurangan dan kesilapan.  Ilmu yang kita miliki sekarang ini, bila kita bandingkan dengan ilmunya para ulama, tentunya sangat jauh, amal dan keikhlasan kita selama ini tentunya perlu kita evaluasi apakah kita sudah benar-benar beramal secara ikhlas kepada Allah SWT, atau terkadang amal kita selama ini dipenuhi dengan riyak dan hal-hal buruk lainnya.

Masih banyak lagi perkara lainnya yang semestinya kita miliki seperti akhlak yang baik, war`a atau menjaga diri dari syubhat dan haram bahkan sedikit mengambil dari yang halal. Sebagaimana nasehat Rasulullah SAW kepada Abu Zar Al Ghifari: wahai Abu Zar, perbaharui kapalmu karena lautan sangat dalam, dan ambil bekal secukupnya karena perjalanan sangat panjang, ringankan beban dan bawaan karena lereng sangat tajam dan licin, ikhlas dalam beramal karena Allah SWT Maha Mengetahui.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!