Bersyukur Ramadhan Di Indonesia

Renungan Ramadhan Day-7

Oleh: Nursalmi,S.Ag

Suatu malam, saat makan sahur, saya mendapatkan telpon dari seorang murid yang sedang berada di London. Dia salah seorang siswa yang ikut dalam program pertukaran pelajar. Selama tiga bulan di sana aktivitasnya berjalan lancar, tidak mendapatkan masalah apa apa.

Begitu memasuki bulan Ramadhan masalah yang pertama baginya adalah waktu imsak yang jauh berbeda. Kalau di Indonesia kita berpuasa selama lebih kurang empat belas jam, mereka disana berpuasa selama sembilan belas jam perhari. Mungkin agak kaget karena belum terbiasa. Di samping itu juga permasalahan dengan tempat tinggal, yang punya rumah berbeda keyakinan dengannya, merasa terganggu dan tidak senang saat anak anak bangun sahur karena dia sedang tidur.

Lain halnya dengan saudara saudara kita di belaham bumi yang lain, seperti di Ghaza, mereka berpuasa dalam siraman bom, berbuka dengan air mata dan darah, tarawih di balik puing puing, tidur dalam senandung irama dentuman peluru dan bom, hanya berselimut debu. Tetapi mereka tetap berpuasa karena aqidahnya masih kuat.

Saudara kita di Uighur, cina sudah mulai lagi menindas muslim yang berpuasa, mereka tidak diizinkan shalat dan puasa. Mereka dipaksa untuk buka puasa di siang hari dengan minuman haram. Masjid masjid dihancurkan. Mereka tidak dizinkan menggunakan pakaian sesuai syari’at Islam.

Berbagai problem yang dihadapi saudara saudara kita di belahan dunia lain. Mereka tetap berpuasa meskipun mereka hidup dalam peperangan, hidup tanpa tempat tinggal yang memadai, tanpa makanan sekedar mengganjal perut sampai mereka menderita busung lapar, tanpa obat obatan di kala mereka sakit karena terkena serpihan bom maupun penyakit lain akibat tempat berteduh dan makanan tidak ada. Namun imanlah yang membuat mereka kuat untuk berpuasa hanya karena mengharap pahala dari Allah SWT.

Kita berpuasa di Indonesia, negara yang terletak di garis khatulistiwa, tidak panas, tidak juga dingin. Tanah yang kaya dan subur. Berbagai macam buah dan sayur kita miliki. Tempat tinggal memadai bahkan ada yang mewah. Negara yang aman dan damai. Tidak ada alasan untuk tidak sanggup berpuasa kecuali malas dan karena keimanan yang sangat lemah. Namun masih banyak juga yang tidak mau berpuasa dengan alasan tidak sanggup.

Bersyukurlah kepada Allah, atas segala nikmat, termasuk kehidupan yang baik ini. Beribadah adalah salah satu bentuk syukur kita kepada-Nya. Kita masih bisa berbuka dengan berbagai makanan yang lezat dan nikmat. Sementara mereka tidak pernah merasakan kenikmatan seperti yang kita rasakan.Bersyukurlah, karena dengan segala nikmat ini membuat ibadah puasa kita lancar dan nyaman.

Ya Allah, Engkau adalah Wali orang orang mukmin, di bulan yang penuh berkah ini, berikanlah kedamaian kepada saudara saudara kami yang sedang yang sedang mengalami kesulitan. Keluarkanlah mereka dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang, dari keterpurukan kepada kebangkitan. Tolonglah perjuangan kaum muslimin untuk meraih kemenangan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!