Meneladani Rasulullah SAW

GEMA JUMAT, 16 NOVEMBER 2018

Khatib: Dr. Tgk. H. Amri Fatmi Anzis, Lc MA, Alumni Doktor Aqidah dan Filsafat Universitas Al Azhar Asy-Syarif, Caior Mesir

Nabi Muhammad dilahirkan pada kaum yan g tidak memiliki sumber daya peradaban sama sekali. Yang mereka miliki hanya kumpulan kabilah yang saling berperang- saudara, tidak ada sumber daya alam dan ilmu pengetahuan. Kebanggaan mereka hanya dengan patung-patung berhala di sekeliling Ka’bah dan lantunan syair-syair dusta  para penyair. Mata pencaharian utama masyarakatnya hanya mengembalakan ternak.

Namun begitu Nabi Muhammad SAW datang dalam masa hanya 23 tahun, berhasil merubah kaum ini yang tidak memiliki modal hidup maju menjadi kaum terkemuka memimpin dunia. Berhasil menaklukkan imperium Romawi dan Persia yang amat dikdaya.

Apakah modal perubahan kaum Arab ini? Apa yang dilakukan Nabi sehingga peta  sejarah dunia berubah total?

Secara fisik bangunan, perubahan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah dengan menambah sebuah bangunan diperkampungan setiap kaum yang disebut Mesjid. Secara social Nabi Muhammad SAW memperkuat jalinan persaudaraan sesame manusia bukan atas nama profesi, harta, atau nasab, tetapi atas Nama keyakinan iman sesame mereka. Mengikrarkan berakhirnya perbudakan antar sesame manusia.

Di bidang keyakinan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan keimanan tauhid sejati penghambaan sempurna terhadap Allah Pencipta yang sebenarnya. Mengumunkan penghapusan terhadap paganism di atas muka bumi ini. Mengikrarkan orang paling baik adalah yang paling bertakwa kepada Allah.

Secara ekonomi, Nabi Muhammad membasmi praktik membungakan uang, memakan hasil jerih payah orang lain, mengharamkan segala kegiatan ekonomi yang ada unsure penipuan, pemalsuan atau merugikan sebelah pihak. Pendistribusian kekayaan secara merata dan adil termasuk rukun penting agama yang dibawakan Sang Nabi.

Secara hukum, Beliau mengajarkan persamaan hak di depan hukum tanpa pandang bulu. Semua mendapatkan hukuman sesuai dengan kesalahannya dan akibat dari perbuatannya.

Secara politik Nabi Muhammad meng-asaskan musyawarah dalam menjalankan pemerintahan, pergantian kekuasaan atas dasar mufakat dan baiat rakyat bawah bukan dengan kekuatan militer atau pengkhianatan penguasa singgasana.

Secara militer, Nabi SAW meletakkan aturan berperang yang menjaga hak asasi manusia, tidak merusak lingkungan dan membinasakan yang hidup, memberikan hak yang manusiawi terhadap tawanan.

Sang Nabi seorang pendidik yang bijak dan agung, jauh lebih agung dari Lao Tse di Timur dan lebih bijak dari Socrates di Barat. Anas bin Malik pernah bersaksi :”aku membatu Nabi selama sepuluh tahun ia tidak pernah berkata ‘ah’ sekalipun, ia tidak pernah berkata terhadap pekerjaan belum kulakukan,  ‘kenapa tidak engkau lakukan itu?’  dan tidak pula ia berkata terhadap apa yang sedang kulakukan ‘kenapa tidak engkau lakukan yang itu saja?'”

Dalam mendidik beliau tidak pernah mengatakan ‘tidak’ sekalipun. Sehingga penyair Al-Farazdaq bersenandung :

Ia tidak pernah mengatakana ‘tidak’ kecuali dalam tasyahudnya

Kalau bukan karena tasyahud maka ‘tidaknya’ adalah ‘iya’

Beliau dipuji oleh Allah : ” Sesungguhnya engkau berbudi pekerti yang agung” (Al-Qalam : 4)

Bila ini sekilas ajaran Nabi Muhammad, dan telah terbukti dengan ajaran beliau berhasil membuat perubahan besar dalam sejarah umat manusia, tidakkah menjadikan sosok beliau sebagai panutan bagi seluruh umat manusia?

Keistimewaan Nabi Muhammad dibanding tokoh dunia lainnya

Keteladanan pada Nabi Muhammad sangat lengkap dan menyeluruh. Nabi Isa a.s. adalah sosok Nabi Allah yang tidak menikah, tidak mempunyai anak, tidak memilikiharta, seorang pemuda yang bertakwa, beliau bukan seorang ayah, bukan seorang suami, bukan seorang kakek dan bukan pula seorang pimimpin Negara atau panglima perang.

Nabi Sulaiman a.s bisa dijadikan teladan sebagai pemimpin yang adil, orang kaya yang bersyukur, tetapi tidak bisa dijadikan teladan sebagai seorang miskin, lemah dan tertindas. Sementara Nabi Muhammad SAW telah hidup mengalami dan menjalani  semua sisi kehidupan tersebut.

Semua tokoh dunia selain para Nabi, terkenal pada satu sisi saja dari kehebatannya. Sheakspear terkenal bidang sastra dan syair, Napoleon bidang militer, Rene Descartes bidang filsafat, Ghandi bidang politik, Leonardo bidang seni, Tapi Nabi Muhammad SAW, terkenal dalam semua sisi ketokohon dunia. Beliau seorang penakluk yang agung dan bijaksana, sampai seorang suami yang romatis dan ayah yang dibanggakan oleh anak-anaknya.

Kalau tokoh dunia punya pengagum terhadap hasil karya mereka, tapi Nabi Muhammad bukan hanya sekedar pengagung, tapi pengikut beliau mengikuti seluk beluk kehidupan beliau dan siap mati demi mempertahankan ajaran dan sunah beliau. Inilah sosok utusan Tuhan yang sangat agung.

Tidakkah fakta ini menjadikan orang Islam merasa istimewa dibandingkan umat lainnya di dunia? Tidakkah umat islam paham makna Firman Allah : ” “Ketahuilah pada kalian itu ada Rasulullah…” (Q.S. Al-Hujurat :7)

Rasulullah ada dengan seluruh ajaran beliau yang komplit. Beliau telah datang menjalankan kehidupan selaku manusia biasa, tapi dengan agama yang dibawakannya menjadikannya sosok agung penuh mulia. semua umat yang dating setelah beliau hanya cukup mencontohi dan menerapkan ajaran Beliau dalam lintasan masa dan segala tempat. Bukankah mengikuti dan mengambil contoh teladan lebih mudah dari memprakarsai sebuah ajaran baru?

Hanya Nabi Muhammad pintu bagi semua manusia untuk menuju pada Allah dan mendekatkan diri denganNya.

Firman Allah :” Katakan kalau sendainya kalian mencintai Allah maka ikutilah Aku, Allah akan mencintaimu…” (Ali-Imaran : 31)

Sosok agung Nabi Muhammad bukan hanya karena menerima wahyu dari Allah, tapi agung secara budi pekerti kemanusiaannya. Ia sanggup mengampuni ribuan orang yang memusuhinya dan ingin membunuhnya dan pengikutnya hanya dalam sekejap. Penganpunannya datang saat ia berhasil menaklukkan musuhnya, mereka bertekuk lutut di depannya tidak berdaya.

Batin dan zahirnya jauh dari dusta dan khianat. Suatu ketika Beliau didatangi oleh Abdullah bin Abi Al-Sarrah untuk masuk islam, sementara Nabi tau ia menyembunyikan pengkhianatannya dalam batinnya, lalu Nabipun menerimanya. Setelah ia beranjak, belaiu berkata kepada sahabat : “Mengapa kalian membiarkan ia masuk padaku?” para sahabat menjawab : ” Kenapa tidak engkau isyaratkan  dengan matamu (mengedipakan mata) pada kami? Nabi pun menjelaskan :” Tidak pantas bagi seorang Nabi memiliki mata yang berkhianat…”

Syahdan, dianjurkan pada para tokoh dunia untuk tidak sering tampil karena nanti lambat-laun akan muncul sisi negative dari hidupnya. Karena semua manusia Nampak luarbiasa karena kekurangannya tersembunyi. Bila aibnya diketahui khalayak maka ketokohannya bisa tercemar. Namun hanya Nabi Muhammad SAW satu-satunya tokoh dunia yang seluk beluk hidup beliau dikaji dan dipelajari secara menyeluruh dan tidak diketemukan cela dan aib sedikitpun. Ketokohannya selaku panutan nampak sempurna.

Inilah sosok teladan umat manusia bukan hanya teladan bagi umat islam semata. Masalah Bagi umat islam zaman ini bukan pada hilangnya teladan, tapi hilangnya arah kendali hidup dan kejahilan mereka terhadap sosok yang harus mereka teladani…

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al-Ahzab : 21)

Allahumma Shalli wa Sallim ala Sayyidina Muhammad wa ala alihi wa sahbihi ajma’in…

Wallahu a’lam

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!