Menyongsong Bulan Suci Ramadhan

GEMA JUMAT, 3 MEI 2019

Dr. Ir. Husni Musannif M.Agric.Sc

Dosen Fak. Pertanian Universitas Syiah Kuala

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, semoga kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa (Q.S Al-Baqarah, 183)

Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha (sebenar-benar taubat), mudah-mudahnan Tuhanmu menghapuskan kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu kedalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (Q.S. At-Tahrim, 8).

“Dan bersegeralah menuju keampunan Tuhanmu, dan syurgaNya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa (Q.S. Al-Imran, 23)

Barang siapa yang berpuasa karena iman dan mengharap ridha Allah, maka Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu (Hadist)

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Mari kita bersyukur kepada Allah Swt, Insya Allah dalam beberapa hari ke depan kita akan kembali dipertemukan Allah dengan bulan suci Ramadhan.  Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah utama yang diwajibkan oleh Allah Swt kepada orang beriman. Harapan Allah Swt kepada para shaimin (orang-orang yang berpuasa) adalah semoga pasca berpuasa Ramadhan akan menjadi orang-orang yang bertaqwa.  Sebagaimana firman Nya dalam Surah Al-Baqarah, ayat 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, semoga kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa” 

Ramadhan adalah penghulu segala bulan, “barang siapa yang bergembira dengan datangnya Ramadhan, maka Allah Swt akan mengampuni segala dosanya setahun yang lalu”.

Dalam hadist yang lain:”Barang siapa yang berpuasa karena iman dan mengharap ridha Allah, maka Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu  (H.R. Bukhari dan Muslim)

Suatu ketika ketika Rasulullah naik ke mimbar mau berkhutbah, tiba-tiba beliau ketika menaiki anak tangga mimbar mengucapkan kata amin, amin, amin.  Lalu sahabat bertanya, ada gerangan apa ya Rasulullah sehingga Engkau mengucapkan kata amin sampai tiga kali.  Lalu Rasulullah menjelaskan bahwa tadi waktu aku menaiki tangga mimbar Malaikat Jibril berdo’a.  Lalu aku aminkan.  Salah satu do’a Malaikat Jibril yaitu barang siapa yang hidup di bulan Ramadhan, namun dosa-dosanya tidak terhapus, maka dia adalah orang yang celaka”

Jamaah yang mulia,

Berbagai fasilitas dan keistimewaan Allah berikan di bulan Ramadhan, yang tidak Allah sediakan di bulan yang lain.  Dalam bulan Ramadhan Allah melimpahkan ribuan rahmat kepada hamba-hambaNya, Allah membuka pintu taubat, Allah membelenggu syaithan, dan berbagai keistimewaan lainnya. Sungguh beruntung orang-orang yang diberi kesempatan hidup dibulan ini, dan mampu meraih berbagai pahala serta terampuni segala dosa-dosanya. 

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Sungguh Allah maha pengampun dan maha penerima taubat.  Allah akan mengampuni segala dosa hambaNya, apabila hamba tersebut mau memohon ampun dan bertaubat.  Kita harus menyadari bahwa kita kerapkali mengerjakan maksiat dan dosa: “Desya jaroe, desya gaki, desya bibi, desya mata” 

 Karena itulah Allah memohon kepada hamba-hambaNya untuk senantiasa memohon ampun dan bertaubat kepada Allah atas segala dosa dan kesalahannya.  Firman Allah Swt:

  1. Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha (sebenar-benar taubat), mudah-mudaha Tuhanmu menghapuskan kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu kedalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (Q.S. At-Tahrim, 8).
  • Dan bersegeralah menuju keampunan Tuhanmu, dan syurgaNya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.  Yaitu orang-orang yang senantiasa menginfakkan harta baik dikala senang maupun dikala susah, yang mampu menahan amarah, yang mau memaafkan kesalahan manusia, dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan orang-orang yang apabila berbuat fahisyah (dosa besar) atau mendhalimi diri sendiri, lalu mereka segera mengingat Allah dan memohon ampun atas segala dosa-dosanya, dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah, dan mereka berjanji tidak lagi mengulangi lagi berbuat dosa, sedang mereka mengetahui” (Q.S. Al-Imran, 133-135)

 Jamaah yang dimuliakan Allah Swt,

Allah Swt sangat mencintai hamba-hambaNya yang senantiasa mau bertaubat dan membersihkan diri.   Allah tidak melihat awal perjalanan hidup kita, tetapi yang Allah lihat itu adalah akhir hidup kita.   Apalah artinya kalau pada masa muda kita  menjadi ahli ibadah, namun menjelang akhir hayat kita menjadi ahli maksiat.   Sebaliknya alangkah beruntung seorang hamba Allah, yang pada masa mudanya sering berbuat maksiat, namun menjelang akhir hayat sempat bertaubat kepada Allah Swt.   Allah lebih menyukai “mantan preman, dari pada mantan ahli ibadah”        

Jamaah Jumat  yang mulia,

Dalam sejarah Islam ada beberapa tokoh penting yang telah menorehkan tinta emas, karena jasa-jasa mereka dalam membela Islam. Adalah Umar ibnu Khattab yang menjadi khalifah kedua yang bergelar Al-Faruq.  Beliau adalah sosok khalifah yang sangat berani, tegas namun amat bersahaja.  Walaupun beliau mempunyai kepribadian yang keras dan tegas, namun beliau kerap kali menangis di tengah malam memikirkan dosa-dosa yang pernah beliau lakukan sebelum beliau menjadi pemeluk Islam.  Bahkan walaupun beliau telah dijamin oleh Rasulullah sebagai salah seorang yang akan masuk syurga, beliau masih tetap menangis menyesali dirinya karena pernah berbuat dosa.   Di masa-masa jahiliah, beliau pernah membunuh anak gadisnya dengan tangannya sendiri, pernah minum khamar, dan berbagai perilaku jahiliah lainnya pernah beliau lakonkan.  Namun setelah beliau mendapat hidayah dan bertaubat, justru beliau menjadi pembela Islam terdepan.  Ketika beliau menjadi khalifah, beliau dikenal sebagai salah seorang pemimpin Islam yang sangat arif dan adil.  Bahkan atas kehendak Allah Swt akhir hayat Umar bin Khattab adalah mati syahid.  Beliau dibunuh oleh seorang kafir setelah beliau selesai shalat subuh di mesjid.  Beliau menutup akhir hayatnya dengan manis (Husnul khatimah).         

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Tokoh penting yang lain adalah Khalid bin Walid.  Seorang panglima Islam yang bergelar “saifullah (pedang Allah)”, Khalid bin Walid dikenal sebagai seorang laki-laki pemberani, yang sangat disegani dan ditakuti oleh musuh-musuh Islam.  Hampir setiap peperangan yang beliau pimpin, ummat Islam mencapai kemenangan gilang gemilang.   Beliau sering memohon kepada Allah agar mendapatkan mati syahid di medan perang, namun atas kehendak Allah beliau tidak mati syahid di medan perang.  Sebelum menjadi pembela Islam, pada dua peperangan besar (perang Badar dan perang Uhud) Khalid bin Walid masih berada di pihak kafir Quraisy.  Bahkan dalam perang uhud, beliau menjadi pemimpin pasukan pemanah yang sangat berhasrat untuk membunuh Rasulullah Saw. 

Tokoh-tokoh penting tersebut sengaja Allah hadirkan dalam sejarah perjuangan dan perkembangan Islam.  Maksud Allah Swt menghadirkan mereka adalah sebagai motivasi bagi kita, agar kita menjadi hamba yang senantiasa bertaubat dan membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah kita lakukan.   Walaupun Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid pernah kufur kepada Allah, namun setelah bertaubat justru mereka mendapat kemuliaan di hadapan Allah Swt. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Allah senang dan bangga melihat hamba-hambaNya yang mau bertaubat dan membersihkan diri.  Allah pasti akan menerima taubat hambaNya dan mengampuni dosa-dosa mereka, apabila hambaNya mau bertaubat.

QS. Al-Baqarah: Sesungguhnya aku (Allah) dekat dengan hamba-hambaku.

Marilah senantiasa memohon ampun kepada Allah Swt.  Sungguh tidak ada manusia yang tidak berdosa.  Marilah kita manfaatkan momen Ramadhan ini untuk bersimpuh dan menangis di hadapan Ilahi.  Marilah kita berpuasa dengan penuh keikhlasan di siang hari Ramadhan, dan kita isi malam-malam Ramadhan dengan ibadah-ibadah malam.  Didalam bulan ini Allah sediakan suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan ibadah.  Di bulan Ramadhan Allah bukakan pintu taubat selebar-lebarnya bagi hambanya yang merindukan taubat.  Mari kita berjanji dihadapan Allah Swt, untuk tidak mengulangi lagi perbuatan maksiat.  Marilah kita masukkan ke dalam relung hati kita seolah-olah kita tidak akan pernah bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tahun depan.  Semoga ketika Malaikat Maut mencabut nyawa kita, kita benar-benar sedang sujud bersimpuh di hadapan Ilahi, bukan sedang bermaksiat kepadaNya.            

Semoga pasca puasa Ramadhan kita benar-benar kembali kepada fitrah, menjadi hamba Allah yang suci, hamba yang telah bersih dari segala noda dan dosa.  Amin ya Rabbal a’lamin.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!