Pemimpin Kuat Mampu Bangkitkan Ekonomi

GEMA JUMAT, 25 JANUARI 2019

Seorang pemimpin yang kuat mampu mengajak serta memengaruhi orang lain sehingga mau menjalankan visi dan misinya dalam menjalankan roda kepemimpinannya. Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Negeri (FISIP UIN) Ar-Raniry, Dr Ernita Dewi kepada Gema Baiturrahman, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (22/1).

Ia menyampaikan, kepemimpinan kepala daerah sangat menentukan kebangkitan ekonomi daerah. Program-program pembangunan ekonomi seorang pemimpin harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di Aceh sendiri, program pembangunan ekonomi belum tepat sasaran sehingga pertumbuhan ekonomi Aceh belum maksimal. “Kita melihat ada pemaksaan program terhadap masyarakat,” terangnya.

Tugas pemimpin dalam hal ini adalah mampu menciptakan pertumbuhan bisnis melalui program industrialisasi. Faktor kelemahan ekonomi Aceh disebabkan ketergantungan pasokan berbagai kebutuhan dari luar daerah. Sementara itu, pola berpikir masyarakat Aceh yang konsumtif perlu diubah sehingga produktif.

Ia menilai, perubahan pola pikir meskipun sulit tetapi bisa dilaksanakan melalui pendidikan dan sosialisasi. Pola pikir konsumtif diakibatkan kemudahan masyarakat dalam memperoleh segala keinginannya. Misalnya dulu masyarakat harus memelihara ayam agar dapat diambil daging. Sekarang, daging ayam sudah bisa diperoleh begitu mudah di pasar. Sayangnya lagi, ayam yang beredar itu bukan produksi lokal.

Katanya, pola pikir konsumtif dapat merugikan masyarakat. Ia mencontohkan, masyarakat konsumtif mudah menjual lahan sawahnya untuk membeli mobil baru. Padahal, lahan sawah merupakan aset berharga produktif yang manfaatnya bisa berkepanjangan bila dikelola dengan baik.

Seorang pemimpin harus bekerja secara ikhlas, bertanggung jawab, dan berpihak kepada masyarakat. Pemimpin yang kuat mampu memilih tim solid sehingga bisa menjalankan visi dan misi pimpinannya. “Tim yang kuat adalah sebuah keniscayaan,” terangnya.

Pendiri Baitul Mal Barbatee Mahdi Muhammad, mengatakan, negeri ini sedang krisis, seperti infrastruktur dasar yang tidak memadai dan kebutuhan air tidak mencukupi. Untuk menyelesaikan krisis ini maka dibutuhkan seorang pemimpin yang amanah dan berpengetahuan, seperti halnya dicontohkan Nabi Yusuf.

Ia menceritakan, saat Mesir dilanda kemarau, Nabi Yusuf menawarkan diri untuk menjadi Menteri Ekonomi demi mengatasi krisis. Dalam Alquran Surat Yusuf diceritakan bahwa Nabi Yusuf mengatakan dirinya amanah dan berpengetahuan. Nabi Yusuf pun kemudian mampu memenuhi kebutuhan masyarakat seperti air meskipun di tengah kemarau hingga tujuh tahun lamanya.

Ia menjelaskan, pemimpin yang tidak amanah, profesional, dan berpengetahuan sulit mewujudkan sesuatu. “Kalau tidak ada prasyarat akan sulit mewujudkan sesuatu kalau dirinya tidak ada kekuatan ilmu, nilai amanah,” lanjutnya.

Amanah merupakan kekuatan pemimpin untuk mengajak masyarakat menjalankan gagasannya. Karakter pemimpin yang kuat sangat penting dimiliki dibandingkan hal-hal teknis lainnya dalam mengelola pemerintahan. Oleh karenanya, seorang pemimpin seyogianya mampu membangun kepercayaan serta integritas diri agar masyarakat bersedia mengikutinya.

Ia menambahkan, pada dasarnya tugas seorang pemimpin adalah merekayasa kebijakan publik sehingga masyarakat semakin beriman dan bertakwa. Apabila penduduknya memiliki kedua itu Allah senantiasa menurunkan keberkahan kepada suatu negeri.

Saat ini masih ada dosa-dosa besar seperti riba yang merajalela, belum lagi kemaksiatan lainnya yang tidak nampak. Khususnya untuk Aceh, perekonomiannya bisa dibangkitkan dengan menghapus praktek ribawi. “Ekonomi kita sekarang dibangun dengan pondasi ribawi yang sangat kuat. Harga barang menjadi naik karena riba,” lanjutnya.

Lanjutnya, perekonomian Aceh akan bangkit bila para pemuda memiliki semangat berwirausaha. Pemuda bisa berwirausaha dalam berbagai bidang asalkan halal baik. “Daya dorong ekonomi manakala wirausaha menguat,” pungkasnya. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!