Wujudkan Generasi Qurani

Gema JUMAT, 20 November 2015
Khutbah Jum’at, Oleh : DR. Bukhari Daud, M.Ed, Mantan Bupati Aceh Besar

Keberhasilan sebuah bangsa dapat dilihat dari kualitas generasi yang mereka tinggalkan. Apakah mereka meninggalkan anak generasi yang lebih baik, lebih kuat dan berkualitas, atau anak generasi yang lemah dan bobrok.

Dalam hal ini kita teladani bagaimana Nabi Ya’kub AS memberikan perhatian serius terhadap kondisi keimanan anakanaknya, sehingga menjelang akhir hayatnya beliau panggil mereka untuk memastikan apa yang akan mereka sembah sepeninggal beliau. Nabi Ya’kub baru merasa lega setelah mendengar pengakuan dari anak-anaknya bahwa mereka akan tetap berpegang teguh pada agama tauhid, “kami akan tetap menyembahTuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail dan Ishaq, yaitu Tuhan yang maha Esa dan kami hanya tunduk dan patuh kepadaNya” (Al Baqarah: 133).

Selaku orangtua kita bertanggung jawab terhadap statusagama dan keimanan anak generasi kita, adakah jaminan bahwa mereka akan tetap dalam agama dan keimananyang kita anut sekarang ini? Semua kita patut bertanya pada diri sendiri, apa upaya yang telah kita lakukan sebagai persiapan dan bekal bagi anak-anak kita? Dalam kesempatan ini kami ingin mengajak seluruh jamaah untuk mengambil langkahlangkah strategis dalam upaya mempersiapkan anak generasi kita yang Qurani, generasi yang mengenal huruf-huruf Alquran, generasi yang dapat membaca Alquran, generasi yang mampu memahami Alquran, generasi yang mengamalkan Alquran dan generasi yang bersedia berdakwah dengan Alquran.

Kitalah yang berkewajiban untuk membuka mata hati anakanak generasi kita bahwa Alquran adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (Al Baqarah: 2). Sesungguhnya Alquran memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar
gembira kepada orangorang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada fahala yang besar (Al Israk: 9).

Generasi Qurani adalah generasi yang senantiasa merasakan kehadiran Allah SWT, mereka yakin dan percaya bahwa Allah SWT maha mendengar, maha melihat, maha mengetahui yang lahir dan yang tersembunyi (Al A’la: 7). Dengan demikian mereka akan khusyuk dan ikhlas dalam setiap aktivitas ibadahnya.

Dengan keyakinan ini mereka tidak akan berani berdusta, tidak akan berani mengambil hak-hak orang lain dan tidak akan pernah berani memanipulasi data dan informasi. Mereka selalu merasa diawasi oleh Allah SWT.

Bacalah kisah Lukman, bagaimana beliau mengajarkan anak-anaknya dengan ajaran tauhid, bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap gerakan makhluknya, tidak ada yang luput dari ilmu Allah (Lukman: 16). Generasi Qurani adalah generasi yang berorientasi kepada kehidupan akhikrat. Dunia adalah tempat singgahan, apapun yang dimiliki akan sirna dan lenyap, yang kekal dan abadi hanyalah milik Allah semata (AnNahl: 96).

Dengan demikian mereka tidak akan pernah sombong, meskipun Allah berikan kekuasaan dan kekayaan. Ilmunya boleh tinggi, namun mereka tetap hormat dan mengargai orang lain. Hartanya boleh banyak, namun mereka tidak angkuh dan tetap suka memberi dan menolong. Allah SWT berfirman “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong, dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang sombong lagi me4mbanggakan diri (Lukman:18)

Generasi Qurani adalah generasi yang cinta akan persatuan dan persaudaraan, Allah perintahkan kita untuk bersatu padu di jalan Allah dan tidak bercerai berai (Ali Imran: 103). Mereka berpegang teguh pada perintah Allah untuk menegakan agama dan tidak bercerai berai tentangnya (Asy Syura:13). Mereka yakin bahwa perpecahan akan mengakibatkan saling benci, dan kebencian akan berujung pada permusuhan yang pada gilirannya akan menimbulkan pertumpahan darah. Inilah maunya syaithan, dan tentu saja generasi Qurani tidak akan mengikuti langkahlangkah syaithan.

Oleh karenanya, demi mewujudkan cita-cita luhur ini, hendaklah kita lakukan beberapa strategi penting antara lain:

Pertama, pastikan bahwa anak-anak kita mengenal huruf-huruf Alquran hingga mereka lancar membaca Alquran. Seharusnya setiap pribadi berkewajiban untuk mengajarkan anaknya sendiri sejak kecil.

Akibat berbagai keterbatasan, maka banyak orang yang menyerahkan anaknya kepada orang lain untuk pendidikan tahap ini. Boleh jadi tahapan ini terlihat sederhana dan tidak penting, namun hakikatnya inilah awal dari segalanya. Berapa banyak diantara kita yang sudah dewasa atau bahkan sudah tua, tapi masih belum beres dan bahkan masih salah dan keliru dalam bacaanbacaanshalat? Bukankah ini semua ada sangkut pautnya dengan kegagalan kita dalam mempelajari huruf-huruf Alquran ketika masih muda?

Kedua, berikanlah dukungan maksimal sehingga anak-anak kita mendapat pendidikan yang memadai sehingga mereka dapat memahami apa yang mereka baca dari Alquran. Tahapan ini tidak mudah, tentu saja dibutuhkan komitmen dan kerja keras dari berbagai pihak, terutama dari pihak orangtua maupun dari pihak anak sendiri. Sasaran akhir kita adalah agar anak-anak kita mengamalkan apa yang telah mereka dapatkan dari Alquran dan hidup dengan petunjuk Alquran.

Ketiga, hendaklah kita semua memberi dukungan dan bantuan maksimal kepada semua pihak, baik perorangan ataupun kelembagaan, yang menyelenggarakan pendidikan Alquran, seperti Balee Beuet, Taman Pendidikan Alquran, dan lembagalembaga sejenisnya, sehingga aktivitas dan program kerja mereka dapat berjalan lancar.

Akhirnya, perhatikanlah beberapa sabda Rasulullah SAW tentang Alquran: 1, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya” (HR Bukhari). 2.“Barangsiapa membaca satu huruf dari Alquran maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh.

Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf (HR Tirmidzi). 3. “Orang-orang yang membaca Alquran dan dia mahir dalam membacanya, maka dia bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orangorang yang membaca Alquran dengan tertatihtatih dan terasa sulit baginya, maka dia mendapat dua pahala” (HR Bukhari dan Muslim). 4. “Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi para pembacannya” (HR Muslim).

Wallahu a’lam

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!