Abu Hurairah dan Ibunya

GEMA JUMAT, 11 JANUARI 2019

Inilah keteladan yang diberikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu sampai berulang kali mendakwahi ibunya yang musyrik. Kisah Abu Hurairah bersama ibunya tercantum dalam Shahih Muslim dan kitab hadist lainnya.

Dari Abu Kasir, Yazid bin Abdurrahman, Abu Hurairah bercerita kepadaku, “Dulu aku mendakwahi ibuku agar masuk Islam ketika dia masih musyrik. Suatu hari aku mendakwahinya namun dia malah memperdengarkan kepadaku cacian kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tentu merupakan kalimat-kalimat yang tidak kusukai untuk kudengar.

Akhirnya aku pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil menangis. Ketika telah berada di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam aku berkata, “Ya Rasulullah, sungguh aku berusaha untuk mendakwahi ibuku agar masuk Islam namun dia masih saja menolak ajakanku.

Hari ini kembali beliau aku dakwahi namun dia malah mencaci dirimu. Oleh karena itu berdoalah kepada Allah agar Dia memberikan hidayah kepada ibu-nya Abu Hurairah”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berdoa, “Ya Allah, berilah hidayah kepada ibu dari Abu Hurairah”.


Kutinggalkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan gembira karena Nabi mau mendoakan ibuku. Setelah aku sampai di depan pintu rumahku, ternyata pintu dalam kondisi terkunci. Ketika ibuku mendengar langkah kakiku, ia berkata, ‘Diam di tempatmu, Abu Hurairah!’ Ibuku mandi, sesudah itu ia berikrar, ‘Asyhadu alla ilaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah’. (Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak di sembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah).

Sambil menangis bahagia, aku menghadap Rasulullah, ‘Bergembiralah wahai Rasulullah, karena Allah telah mengabulkan doamu dan Dia juga telah memberi petunjuk kepada ibunda Abu Hurairah!” Rasulullah langsung memanjatkan pujian bagi Allah dan mengucapkan kebaikan.”

Lalu aku menemui Rasulullah dalam keadaan menangis karena begitu gembira. Kukatakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, bergembiralah. Sungguh Allah telah mengabulkan doamu dan telah memberikan hidayah kepada ibu-nya Abu Hurairah”.

Mendengar hal tersebut beliau memuji Allah dan menyanjungnya lalu berkata, “Bagus”. Lantas kukatakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, doakanlah aku dan ibuku agar menjadi orang yang dicintai oleh semua orang yang beriman dan menjadikan kami orang yang mencintai semua orang yang beriman”. Beliau pun mengabulkan permintaanku.

Beliau berdoa, “Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu ini yaitu Abu Hurairah dan ibunya orang yang dicintai oleh semua hambaMu yang beriman dan jadikanlah mereka berdua orang-orang yang mencintai semua orang yang beriman”. Karena itu tidak ada seorang pun mukmin yang mendengar tentang diriku ataupun melihat diriku kecuali akan mencintaiku ( Hadist Muslim).

Di antara akhlak mulia Abu Hurairah yang membawanya pada kedudukan tinggi adalah bakti dan kesetiaannya kepada sang ibu. Contoh lain baktinya, Abu Hurairah berkata, “Aku makan satu biji dan sisanya kusimpan.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya, “Wahai Abu Hurairah, mengapa engkau tidak memakan kurma itu?” Aku menjawab, “Untuk ibuku!” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, “Makanlah, aku akan memberikan untuk ibumu dua biji kurma lainnya.” Kemudian aku memakannya, lalu Rasulullah memberiku dua biji lagi.

Sumber: Hadist Shahih, lihat al-Albani, al-Jami’i, hadist no. 5185, www.kisahmuslim.com, www.syahida.com dan  dibuku “101 Sahabat Nabi karya Hepi Andi Bastoni”. (Nelly/dbs)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!