Dalail Khairat Kegiatan Positif Remaja

GEMA JUMAT, 11 JANUARI 2019

Bukan rahasia lagi malam minggu dimanfaatkan kaum muda-mudi untuk bersuka ria menghabiskan waktunya. Di jalanan dengan mudahnya bisa dilihat kaum muda berboncengan di atas sepeda motor dengan nonmahramnya. Padahal hal tersebut sangat bertentangan dengan syariat Islam.

Sementara itu, para remaja di Gampong Kota Baru, Banda Aceh, memanfaatkan malam minggu untuk membaca dalail khairat di Masjid Al-Badar. Setiap malam minggu usai salat isya, sekelompok dalail khairat duduk setengah jam di masjid guna membaca dalail.

Budaya membaca dalail khairat sudah ada sejak dulu di Aceh. Masyarakat Aceh sering menyebutnya dalaè khairat atau meudalaè. Orang-orang duduk berkumpul membaca dalail khairat dengan lantunan irama nan merdu. Di dalam kitab dalail memuat doa-doa, selawat, dan asmaul husna.

Adalah Fajrizal, pemuda yang berasal dari Pidie Jaya mencoba mengajarkan bacaan dalail khairat kepada remaja di Gampong Baru. Menurutnya, membaca dalail khairat adalah bentuk kegiatan positif bagi remaja, khususnya mala minggu. “Banyak orang memanfaatkan malam minggu untuk hura-hura, mudah-mudahan kita jangan,” kata pemuda kelahiran 8 April 1988 ini.

Saat ini ada sekitar 20 remaja yang ia ajarkan membaca dalail. Generasi tersebut terus berganti dengan generasi baru. Biasanya mereka kurang aktif mengikuti dalail saat memasuki perguruan tinggi. Setiap pergantian generasi, Fajrizal kembali mengajarkan mereka dari dasar.  

Fajrizal kini tinggal di Komplek Masjid Al-Badar. Sehari-hari ia mengumandangkan azan atau menjadi imam salat di sana. Lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry  juga mengajar diniyah maupun bahasa Arab di sekolah-sekolah dan tahsin di kampus UIN Ar-Raniry. Namun demikian, di tengah kesibukannya ia berusaha meluangkan waktu mengajarkan dalail khairat.

“Anak-anak sangat semangat mengikuti dalail. Kalau saya biarkan mereka belajar saya khawatir semangat mereka pudar,” terang suami Diana Fitri Husni ini yang kini dianugerahi seorang putri bernama Aisya Humaira El Fajry.

Fajrizal sendiri sudah mengasah kemampuan bacaan Alquran sejak duduk di bangku sekolah. Bacaan dalail khairat dengan iramanya dipelajari waktu mengaji di Dayah Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah, Blang Cut, Meurah Dua, Pidie Jaya.

Kegiatan dalail khairat turut didukung pihak Masjid Al-Badar. Sesekali grup dalail khairat diberikan uang konsumsi untuk membeli makananan atau minuman ala kadarnya.

Fajrizal mengatakan dalail khairat merupakan bentuk syiar Islam yang seyogianya digeluti sejak masa anak-anak. Memanfaatkan waktu kosong membaca dalail khairat bisa dijadikan wadah penyaluran bakat anak-anak. Kegiatan seperti itu merupakan bentuk syiar Islam yang perlu dipertahankan eksistensinya.

“Di akhir masa ini saya berharap setiap masjid menggalakkan kembali dalail khairat. Itu adalah tradisi orang tua dahulu,” tutupnya. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!