Dengan Bismillah Ku Memilih Islam

Gema JUMAT, 03 JUNI 2016

Emma Wei – Muallaf Asal California

Indahnya makna basmallah atau bismillah menginspirasi nonmuslim untuk berikrar syahadat. Adalah Emma Wei, terpikat dengan Islam karena menyaksikan setiap muslim memulai sesuatu dan pekerjaan selalu menyebut, Bismillahirrahmaanirrahiim. Setelah bertanya, arti dari kalimat yang didengarnya,  Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, baginya adalah kalimat itu sungguh indah dan penuh makna. Karena Bismillah, akhirnya menggiringnya memilih Islam.

Perempuan keturunan Taiwan kelahiran California Amerika Serikat, 6 Februari 1993 ini sebelumnya adalah penganut faham agnostik. Faham ini meyakini adanya Tuhan tapi tidak mengakui adanya agama atau tidak melaksanakan ibadah tertentu. Prosesi ketauhidannya dituntun Ustad Syaifuddin, di Masjid Taqwa Gampong Seutui Banda Aceh, ba’da Jum’at, 27 Mei 2016 lalu.

Nama muslimahnya, Annisa Humaira. Emma atau Annisa telah berpikir masak dan ridha menanggung resiko atas keyakinannya memilih Islam sebagai agama barunya. Kita doakan bersama, semoga saudara seiman kita ini istiqamah dalam dienul Islam dan dipermudah Allah dalam menjalankan syariah. Amin.

Pilihannya pada Islam tidak memerlukan perjalanan spiritual yang panjang. Pada Juni tahun lalu, ia datang ke Banda Aceh karena mengajar pada sebuah lembaga yang peduli pada bidang pendidikan, kesehatan dan anak-anak. Dari pergaulannya dengan muslim di Aceh, dia merasakan keberadaannya diterima dan dianggap menjadi bagian dari penduduk setempat. “Muslim di sini sangat menghargai saya, walaupun saya nonmuslim,” kata Annisa Humaira. Dia begitu kagum akan keramahan dan akhlak yang dipraktikkan muslim yang ada di sekitarnya.

Demikian halnya dengan ucap salam bila sesama muslim berjumpa, yang intinya saling mendoakan. Emma juga memperhatikan pelaksanaan shalat, membuatnya makin tertarik terhadap Islam. “Hal yang membuat saya kagum, mereka selalu shalat berjamaah setiap waktu shalat tiba dan selalu memberi serta membalas salam saat bertemu sesama muslim,” ungkapnya.

Empat bulan lalu Emma kembali ke California. Selama di tanah kelahirannya, ia tetap berdiskusi tentang dienul Islam kepada sahabatnya di Banda Aceh, Yulizar dan Khasmuriadi. Sebulan lalu, kerinduan untuk berhijrah demikian menguat. Emma ingin memulai kembali kepada fitrahnya sebagai hamba Allah Swt dilakukan di Kota Madani. Sahabat-sahabatnya dengan senang hati membantu mempersiapkan administrasi dan persyaratan menjadi muslimah.

Sehari sebelum hari bersejarah itu, 26 Mei Emma tiba kembali di Banda Aceh. Dia menetap di rumah Marni (72 tahun) warga Seutui. Sehingga hari yang ditunggu tiba, di Masjid Taqwa itulah dengan logat keinggrisan ia mengucapkan dua kalimat syahadat sebagaimana cerita pada awal tulisan.

Sembari belajar, Annisa tetap menjalankan kewajibannya untuk shalat. Beberapa hari lagi Ramadhan tiba. Emma Wei telah siap untuk berpuasa. Selamat menjalankan ibadah puasa perdana pada Ramadhan 1437H wahai Annisa Humaira. Semoga ditetapkan iman hingga akhir hayat. Amin ya Rabbal ‘Alamin. NA RIYA ISON

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!