Generasi Aceh Harus Lebih Maju

GEMA JUMAT, 17 AGUSTUS 2018

Dr.  Cut Maitrianti,  MA – Lulusan S3 ke 84 UIN Ar Raniry

Ada pesan khusus yang disampaikan Dr Cut Maitrianti, MA terkait HUT RI ke 73 tahun ini terutama bagi generasi Aceh agar tetap belajar dan berkarya untuk masa depan yang lebih cemerlang.  “Generasi Aceh ke depan harus lebih maju dari bangsa lain,” ujarnya.

Perempuan kelahiran Banda Aceh 26 Mei 1985 ini pantas bersyukur karena telah berhasil meraih gelar akademik Doktor UIN Ar Raniry pada usia 33 tahun pada 30 Juli 2018 lalu. Dengan demikian ia tercatat sebagai alumni S3 UIN ke 84 atau Doktor ke 32 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Menurut anak pasangan T. Burhanuddin dan Cut Nuraini Ahmad, faktor pendukung dapat menyelesaikan studi tepat waktu selama empat tahun adalah karena dukungan moril dan materil dari kedua orang tuanya,  suami, anak dan keluarga. “Merekalah penyemangat saya untuk dapat menyelesaikan program doktor tepat pada waktunya,” tuturnya kepada Gema. Selain itu tentu saja karena adanya dukungan dosen pembimbing, pihak akademik dan strategi ia membagi waktu untuk keluarga dan kuliah. Selama masa menulis disertasi, ia mengaku suka menghadiri seminar para seniornya sehingga secara tidak langsung menemukan trik-trik menulis karya ilmiah yang bermutu sekaligus mengetahui pertanyaan penguji kepada mahasiswa.

Ibu tiga putra putri ini meneliti fenomena pada ranah pendidikan dengan judul disertasi “Pembinaan Kecerdasan Intrapersonal Kaitannya terhadap Perencanaan Karir Siswa pada Madrasah Aliyah Kota Banda Aceh”. Berdasarkan hasil observasi partisipan dan wawancara mendalam, penggemar buah durian ini menawarkan suatu model berupa Talent Recognition Plus (TRP) yang dianggap efektif bagi guru bimbingan dan konseling dalam pembinaan kecerdasan intrapersonal terhadap perencanaan karir siswa. Dengan metode TRP, guru mampu mengenali dan mengakui bakat dan kemampuan siswa. Sedangkan Plus yang dimaksudkan terkait unsur-unsur keislaman seperti lembaga pendidikan Islam dan norma-norma yang sudah melekat berupa ikhtiar, doa, tawakkal dan lain-lain.

Menurut Cut Maitrianti, manusia dilahirkan tidak bodoh, melainkan tergantung benar tidaknya seseorang dalam mempergunakan akal dan pikirannya. Oleh karena itu manusia jangan pasrah pada nasib, sebagai manusia perlu berusaha dan berdoa. Itu sebabnya, isteri dari Wiradana ini bercita-cita ingin menjadi manusia yang lebih berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Ia memulai debut karirnya sebagai PNS pada SMAN 1 Peusangan Selatan Kab.  Bireuen pada tahun 2010. Menyelesaikan S1 pada Fakultas Tarbiyah jurusan Bahasa Arab UIN Ar-Raniry tahun 2007, kemudian langsung  mengajar di Lembaga Bahasa UIN Ar-Raniry. Selanjutnya tahun 2011 menyelesaikan Program Magister pada Pascasarjana universitas yang sama. Sejak 2011 juga mengajar pada IAI Al-Muslim Bireuen.  Saat ini ia sedang berusaha bisa pindah sebagai staf pengajar pada UIN Ar Raniry. Yang membanggakan pada dirinya bila ia bisa berbagi ilmu dan pengalaman kepada org lain, dan tidak suka mencampuri urusan pribadi orang lain tanpa izin orang tersebut. Baskar

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!