Khadam Masjid Raya Raih Gelar Doktor

GEMA JUMAT, 25 JANUARI 2019

KUBAH :Dr. Evendi Sulaiman, MPd

Banyak kisah sukses yang kita dengar tentang orang-orang yang sebelumnya tinggal dan mengabdi di masjid atau mushalla. Mereka ada yang menjadi pejabat, pengusaha, dosen, politikus dan lain-lain. Salah satunya adalah Dr. Evendi Sulaiman, MPd yang meraih gelar Doktor pada Kamis 17 Januari 2019 lalu di Universitas negeri Surabaya (UNS) dengan mempertahankan disertasi berjudul : “Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Jejaring Pertanyaan untuk Meningkatkan Keterampilan Bertanya Ilmiah siswa dalam Pembelajaran Fisika.”

Sosok anak kelima dari 11 bersaudara dari pasangan H. Sulaiman dan Nyak Buleuen (alm) ini tidak terlepas dari bagian dari Masjid Raya Baiturrahman. Itulah sebabnya usai sidang terbuka, ia tak kuasa menahan keharuan saking bahagianya. Betapa tidak, debut pengabdiannya dimulai sebagai khadam masjid atau lebih tepat disebut sebagai tukang sapu dan pengepel lantai masjid kebanggaan masyarakat  Aceh sejak 1981, yang saat itu masih sebagai siswa kelas I STM Banda Aceh. “Waktu itu ketua MRB adalah alm Tgk. H. Soufyan Hamzah. Sore hari saya ditugaskan untuk mencabut rumput dan memungut sampah, karena pagi hari saya sekolah”, kenangnya.

Pria kelahiran Desa Lagang Pidie, 23 Oktober 1964 ini memang sangat bersemangat untuk masuk PerguruanTinggi. Setiap hari ia sering melihat anak-anak ikut les dan bimbingan tes untuk masuk Perguruan Tinggi di BMC di belakang Masjid Raya Baiturrahman pada sore hari. “Saya sangat bersyukur bisa bekerja di MRB meskipun sebagai tukang sapu. Saat itu saya selalu berdoa mudah-mudahan Allah memberi rahmat dan hidayah kepada saya untuk mencapai cita-cita saya menjadi mahasiswa dan bisa mencapai gelar sarjana,” ujarnya terharu.

Doanya terkabul, dan diterima sebaga mashasiswa FKIP Unsyiah pada 1985. Namun hatinya tetap melekat dengan masjid, sejak menjadi mahasiswa sampai menjadi sarjana masih tetap bekerja sebagai Cleaning Service di Masjid Raya. Kalau pagi kuliah sore bekerja, sebaliknya kalau sore kuliah pagi bekerja. Pada tahun ketiga kuliah, Evendi mendapat Beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas (TID) hinga tamat tahun 1990. Rahmat Allah pun tak putus ia terima,  setahun kemudian ia diangkat menjadi dosen pada FKIP Unsyiah Jurusan Pendidikan Fisika hingga sekarang.

Ia mengaku tidak merasa minder, meskipun sudah jadi dosen, namun tetap mau mengabdi di MRB hingga 1996 atau selama 15 tahun, karena waktu itu ia mendapat kesempatan melanjutkan study S2 di Universitas Negeri Surabaya. Kemudian pada Agustus 2013 melanjutkan studi  S3 Jurusan Pendidikan Sains di Universitas Negeri Surabaya, tamat Januari 2019.

Dalam penelitian disertasi S3, Evendi tergelitik dengan permasalahan dimana siswa kebanyakan tidak mau bertanya pada saat guru memberi kesempatan untuk bertanya.  “Model pembelajaran ini dikembangkan khusus untuk melatih siswa yang malu untuk bertanya menjadi berani bertanya baik pertanyaan umum maupun pertanyaan ilmiah pada saat proses belajar mengajar fisika,” paparnya.

Dalam penelitiannya, ayah 3 putra ini berhasil menemukan sebuah model Question Web Based Learning (QWBL) yang memenuhi kriteria valid untuk meningkatkan keterampilan bertanya ilmiah siswa dalam pembelajaran fisika. Suami dari Rahmi Mahmud Adan, SPd ini mengklaim, tindak lanjut hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada materi pelajaran lainnya di berbagai level pendidikan di Indonesia. Baskar

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!