Manfaatkan Waktu Sebaik-baiknya

GEMA JUMAT, 10 MEI 2019

Selamat Ariga, S.H, Kader Remaja Masjid Raya Baiturrahman Berprestasi

“Insya Allah setelah Idul Fitri ini saya akan berangkat ke California, Amerika Serikat,” kata Selamat Ariga dengan penuh rasa syukur. Ariga, panggilan akrab dari tokoh Gema Jum’at ini merupakan salah seorang kader Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) berprestasi.

Keberangkatannya ke Negeri Paman Sam ini bertujuan menjadi staf pendidik untuk Boy Scout of America atau Pramukanya negara Amerika kerja sama Kwartir Daerah  Gerakan Pramuka Aceh dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Aceh. “Tinggal mengurus visa, Sedangkan dokumen lainnya sudah siap.” ujar Anggota Dewan Kerja Daerah (DKD) Gerakan Pramuka Aceh ini. Sepulang dari Amrik, Ariga akan fokus mencari beasiswa untuk melanjutkan Pendidikan S2.

Pemuda kelahiran 10 Februari 1997 di Kampung Arul Kumer Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah ini memang memiliki segudang prestasi. Prestasi prestius lainnya dari Ketua Biro Hukum dan Advokasi Remaja Masjid Raya Baiturrahman ini merupakan wisudawan terbaik dari 2011 wisudawan/wisudawati UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 26,27 dan 28 Februari 2019 lalu dengan IPK 3,94.

Kedisiplinan dan mampu memanfaatkan waktu dengan baik, putra bungsu dari tujuh bersaudara ini patut ditiru oleh aktifis kampus maupun kader dakwah. Padatnya kegiatan di berbagai organisasi dan ikuti berbagai even adu bakat dan kompetisi baik tingkat kampus, lokal Aceh maupun nasional tidak membuatnya melupakan tugas utama yakni belajar. “Saya berusaha serapi mungkin dalam mengatur jadwal untuk jadwal belajar, organisasi, kerja dan istirahat,” ucapnya.

Disaat orang lain berfikir bahwa kebanyakan aktifis kampus biasanya kuliah usai molor, ia justru menyelesaikan kuliah dengan singkat, hanya dengan 3,5 tahun atau 7 semester saja. “Saya menulis kegiatan yang mesti dilakukan secepatnya dan berusaha melakukannya. Dan untuk tampil maksimal dalam mengerjakan suatu hal saya selalu berusaha sebisa mungkin dengan melakukannya lebih dari yang biasa yang dilakukan orang lain,” demikian pemuda ini membuka rahasia.

Kepada aktifis dakwah khususnya RMRB, ia berpesan, teruslah berkomitmen dalam jalan dakwah dan jangan pernah lelah apalagi menyerah untuk saling nasehat-menasehati dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan. I’maluu kulli a’malin ann kulli qalb, i do my best and Allah will do the rest, kerjakan segala sesuatu dengan hati, saya melakukan yang terbaik dan biarkan Allah Swt menentukan selebihnya.

Lebih lanjut ia berharap, bahwa pemuda harus dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Waktu itu akan habis, jangan sampai kita merugi atas waktu secara sia-sia dan jangan sampai rasa menyesal itu datang terlambat karena dia tidak akan pernah datang kembali.

Putra dari Abd. Wahad As dan Siti Kurnia ini sebenarnya bercita-cita menjadi guru atau dosen. Namun cita-cita itu berubah menjadi hakim. “Hakim adalah profesi yang tergolong mulia. Saya melihat penegakan hukum masih jauh dari keadilan dan kurang berpihak kepada masyarakat biasa. Dengan latar belakang pendidikan pesantren saya berharap dapatlah menjadi bekal menjadi seorang hakim yang jujur-adil dan berpihak kepada kebenaran,” jelas salah seorang pramubakti pada Kejaksaan Tinggi Aceh ini.

Alumnus Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry ini menyadari, tanggung jawab seorang hakim sedemikian besar. “Tanggung jawab ini memaksakan kaki kita sebelahnya berada di surga sementara sebelahnya lagi di neraka,” demikian ia bertamsil. Ketika kita dapat menegakkan kebenaran sesuai tuntunan agama kita, maka akan menjadi amal baik kita di akhirat. “Saya ingin membuktikan, sebagaimana telah dilakukan banyak pendahulu kita bahwa akan selalu ada orang berbuat baik. Jadi, jangan pernah takut untuk terus berbuat baik,” tutupnya. NA RIYA ISON

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!