Mengajar Al Quran Sampai ke Bangkok

GEMA JUMAT, 02 NOVEMBER 2012

Agridzira Awwal Assiva

Penampilannya sehari-hari cukup sederhana, suka merendah bahkan tidak senang kalau seseorang memujinya karena takut tergelincir ke sifat riya. Itulah sosok Agridzira Awwal Assiva (22) kelahiran Banda Aceh 17 Desember 1996 Senin lalu, diberangkatkan ke asrama Sulaimaniyah Bangkok Thailand untuk mengajarkan anak-anak muslim di sana.

Bagi Agridzira, kemanapun ditugaskan ia siap berangkat, termasuk negara yang minoritas muslim seperti Thailand. Sepulang dari menuntut ilmu ke Turki tahun 2015 atas beasiswa selama tiga tahun, Agri ditugaskan di asrama Sulaimaniyah Palembang Sumatera Selatan. Selanjutnya pada tahun 2017 ia berkesempatan ke Yordan selama dua bulan untuk memperdalam bahasa Arab bersama 6 peserta terpilih lainnya dari beberapa asrama Sulaimaniyah se Indonesia. Sementara program Tahfiz diselesaikan selama dua tahun di Asrama Sulaimaniyah Rawamangun Jakarta. “Selain negara Turki yang pernah saya menetap tiga tahun di sana,  Yordania merupakan destinasi yang memberi kesan mendalam karena menyimpan situs religi yang banyak dikunjungi termasuk wisatawan asal Indonesia,” kenangnya.

Menurut Agridzira, di Aceh sendiri saat ini sudah ada beberapa asrama Sulaimaniyah Turki seperti di Banda Aceh 4 lokasi, Sigli, Bireuen, Aceh Tamiang dan dalam waktu dekat akan beroperasi di Aceh Tenggara. Ia mengaku bangga menjadi salah seorang pengajar Al Quran untuk generasi muda Indonesia termasuk luar negeri. Beberapa teman seangkatannya saat ini tersebar di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Perancis dan lain-lain. Ia menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Sulaimaniyah Turki yang sudah menugaskan dirinya di tempat baru yakni Bangkok. Ia optimis, suatu saat nanti Al Quran semakin membumi termasuk di negara minoritas.

Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan H. Basri A. Bakar – Hj. Yusriani ini sejak kecil memang sudah berbakat terutama perhatiannya terhadap agama. Suatu ketika tahun 2010 saat ia masih duduk di kelas 2 MTsN Model Jambo Tape, Yayasan Sulaimaniyah Turki di Jakarta sedang mencari calon peserta yang akan dididik untuk menghafal Al Quran. Bersama 6 peserta  seusianya saat itu dinyatakan lulus seleksi menghafal surat-surat pendek termasuk tajwid. Tak lama berselang waktu ia langsung diberangkatkan. Otomatis Agri harus meninggalkan bangku sekolah dan teman sepermainan pada usia 13 tahun. Selama di asrama Jeruk Purut dan Rawamangun Jakarta,  ia memfokuskan diri menghafal 30 juz Al Quran dalam waktu 1,5 tahun, selanjutnya belajar bahasa Turki selama 6 bulan sebagai syarat untuk berangkat ke Turki (Zulfurqan)

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!