Mulai Karir dari ‘K’oh B’oeh Cidieng’

GEMA JUMAT, 5 JULI 2019

Suasana yang teduh disore itu membuat kerumunan mahasiswa sedikit tegang menanti hasil keputusan tentang siapa sosok yang akan memimpin mereka. Keputusan pun berpihak kepada pasangan nomor dua dan terpilihlah seorang anak yatim dari Aceh Utara sebagai pimpinan mahasiswa periode berikutnya.

Teungku Umar Dani sebutan yang kerap disapa oleh segenap teman-teman mahasiswa dan santri yang mondok di Dayah Mahyal Ulum Dilib Buktir Sibreh Aceh Besar.

Umar Dani seorang anak sulung dari pasangan M. Husen (alm) dengan Tihasanah, dia dilahirkan di desa terpencil tepatnya Desa Madat Aceh Timur, pada 01 November 1998.

Untuk menjadi seperti sekarang ini tidak mudah bagi Umar Dani menempuhnya dengan segala macam rintangan dan godaan sehingga dia menjadi salah satu santri dan mahasiswa berprestasi di usianya.

“Saya dari kelas tiga SD sudah ditarik ke sawah oleh nenek, jadi saya pernah mencari uang jajan dengan ‘koh boh ciding’ (potong padi yang telah panen sekali),” kenang ketua terpilih Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STISNU Aceh.

Menjadi Ketua DEMA STISNU Aceh bukan hal yang harus dibanggakan menurut Umar Dani, tetapi tanggungjawab yang luar biasa yang harus dijalankan. Mengembangkan kampus seperti harapan banyak orang  dia harus meniti jaringan dari nol.

“Mencari jaringan dengan kampus-kampus sekitar untuk menambah kegiatan positif mahasiswa baik di dalam kampus maupun diluar kampus. DEMA akan membantu kampus untuk mencari beasiswa bagi mahasiswa  dan mahasiswi di STISNU,” tambah Umar.

Pria yang dibesarkan dalam kesederhanaan ini tumbuh kembang dengan segudang cita-cita. “Saya selalu berdoa agar suatu saat kelak akan sukses seperti anak-anak lain”. Hal ini terbukti dengan prestasi-prestasi yang diperolehnya sejak awal belajar di Dayah Mahyal Ulum.  

“Dari semenjak belajar menjadi santri di Dayah Mahyal Ulum berkat asuhan guru-guru, Alhamdulillah saya mendapat juara 1 dari kelas 2 sampai kelas 6 dari tahun 2014 sampai tahun 2018,” tambah Umar.

Prestasi yang diraih tidak hanya sekedar didayah, tetapi dia juga giat mengikuti perlombaan-perlombaan yang dibuat oleh pemerintah seperti MPU Aceh dia mendapat juara harapan 1 tahun 2017. Pernah juga mengikuti lomba Fahmil Qutub di Jantho, “Ketika itu saya memperoleh juara harapan satu,”.

“Saya pernah juga memperoleh juara satu dua kali berturut-turut mengikuti cerdas cermat yang dilaksanakan oleh Badan Dayah Aceh Besar,” tambah laki-laki berkulit sawu matang itu.

“Keinginan sekarang yang paling saya utamakan melalui DEMA ingin terus belajar dan memajukan kampus tercinta sesuai visi misi kami,” tutup Umar Dani.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!