Orang Tua adalah Madrasah bagi Anak

Gema JUMAT, 27 Mei 2016

Nadiatul Hikmah, S.Ag. – Ustadzah Senior TPQ Plus Baiturrahman

Beberapa kriteria dalam menganggap senior seseorang adalah seberapa lama ia menggeluti  bidangnya, seberapa  banyak kemampuannya dalam memanfaatkan pengalamannya agar dapat berguna bagi pribadi maupun orang lain.Maka, Nadiatul Hikmah, dapatlah dicatat sebagai Ustadzah Senior tidak saja bagi kalangan sesama pengajar di Taman Pendidikan Al –Qur’an (TPQ) Plus Baiturrahman tetapi juga di TPQ lain khususnya yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Sejak berdiri TPQ Pluas yang berlokasi di Masjid Raya Baiturrahman pada 17 Ramadhan 1996, isteri dari Firdaus Abbas ini sudah terlibat. “Saya turut menyeleksi calon pengajar. Salah satu pengajar yang terjaring adalah Muhammad Yakub Yahya, yang kemudian menjabatd Direktur beberapa periode di TPQ ini,” kenangnya.

Nadia -demikian guru bidang studi Bimbingan Konseling di SMA Negeri I Banda Aceh ini disapa, tidak terhenti sebatas hanya menilai kepatutan calon pengajar mencintai dan memahami dinul Islam sejak dini. Dia juga dianggap layak dalam jajaran ustad/ustadzah.  “Saya juga mengajar di TPQ Plus Baiturrahman sejak pertama berdiri,” tambahnya.

Seiring perjalanan waktu, ratusan tenaga pengajar silih berganti dalam turut memperkenalkan cara baca al Qur’an dengan metode Iqra di masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini. Nadia menerangkan, “Kebanyakan ustad/ustadzah adalah mahasiswa dari seluruh Aceh. Setelah selesai kuliah mereka pulang kampung atau diterima bekerja di perkantoran sehingga berhenti mengabdi di TPQ ini,” jelas ibu dari Rihadatul ‘Aisyi Nafirda dan ‘Ariqatul Ghina Nafirda ini.

Dalam jajaran pengajar angkatan pertama yang kini masih aktif di masjid indah dan bersejarah ini hanya tinggal sepenghitungan jemari, salah satunya termasuk perempuan kelahiran Bintang Aceh Tengah pada 18 September 1970 ini.

Mengingat Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi tempat proses belajar-mengajar merupakan salah satu destinasi pavorit bagi pengunjung yang datang ke aceh, membawa dinamika permasalahan tersendiri.  “Murid tidak fokus pada materi yang tengah diajarkan karena hampir setiap saat selalu saja ada jamaah shalat atau pun wisatawan yang datang di masjid,” sebutnya.

Kendala lain, antar rombongan kelas hanya berjarak beberapa meter, sedangkan penyekatan kelas tidak mungkin dilakukan, menjadi permasalahan abadi. “Masjid Raya Baiturrahman tidak pernah sepi dari jamaah dan pengunjung, dan tidak mungkin pula dibuat pembatas kelas,” tambah warga Gampong Jeumpet Ajuen, Aceh Besar ini.

Banyak juga pengunjung yang tertarik dengan suasana belajar yang tengah berlangsung. Suasana belajar-mengajar menjadi obyek bagi pengunjung mendokumentasikan dengan kamera foto maupun video. Adakalanya, “Murid dan ustad/ustadzah diajak foto bareng oleh pengunjung,” ungkap Ustadzah Terbaik 2011 pilihan internal yang ingin mendedikasikan dirinya sepanjang hayat dalam membentuk pribadi qur’ani.

Nadia menyampaikan, walaupun seluruh ustad/ustadzah berkomitmen dalam membimbing berkepribadian islami, tetap saja peran dan perhatian orang tua terhadap anak amat dibutuhkan. “Madarasah terbaik dalam mendidik anak adalah peran orang tua di rumah,” ungkap aktifis kader PII, Iskada dan BKPRMI Aceh ini. (NA Riya Ison)

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!