Paduka Seri Sultanah Nurul Alam Melakukan Perubahan Undang-Undang Aceh

GEMA JUMAT, 19 JANUARI 2018

Sultanah Nurul Alam Naqiatuddin Syah adalah pengganti Ratu Syafiatuddin, ia sebenarnya Sri Paduka Puteri yang dinobatkan menjadi ratu dengan gelar Sri Sultan Nur Alam Naqiatuddin Syah. Menurut Manuskrip Silsilah Keturunan Sultan-sultan Aceh yang tersimpan di Universiti Kebangsaan Malaysia, Sultanah baru tersebut adalah puteri Malik Radiat Syaikh Hitam, putera Firman Ali Riwayat Syah.

Ketika sang ratu berada di singgana kekuasaan kerajaan Aceh, hal penting dan fundamental yang dilakukan adalah melakukan perubahan terhadap Undang Undang Dasar Kerajaan Aceh dan Adat Meukuta Alam.

Aceh dibentuk menjadi tiga federasi yang disebut Tiga Sagi (lhee sagoe). Pemimpin Sagi disebut Panglima Sagi. Maksud dari pemerintahan seperti ini agar birokrasi tersentralisasi dengan menyerahkan urusan pemerintahan dalam kenegerian yang terbagi tiga sagi itu, yaitu sebelah Barat, Timur dan Selatan.

Namun hal itu tidak berarti bahwa setiap sagi akan melakukan pemerintahan sendiri-sendiri, panglima segi berfungsi untuk mengefektifkan tugas pengawasan dengan memonitor sejauh mana tingkat kadar pelaksanaan perintah-perintah dari pemerintahan pusat yang disampaikan oleh Ulee Balang benar-benar dilaksanakan.

Hal lain yang dilakukan pada masa Sultanah ini adalah mengeluarkan mata uang yang terbuat dari emas sebagai alat tukar. Mutu mata uang yang dikeluarkan senilai dengan emas 17 karat, berat sebesar 0,59 gram. Bentuknya berupa tulisan nama dan gelar ratu, Paduka Seri Sultanah Nurul Alam pada bagian depannya dan bagian belakang tertulis Naqiat ad-Din Syah Berdaulat.

Selain prestasi Sultanah juga menghadapi tantangan yang lebih berat dari Sultanah sebelumnya. Ia harus menghadapi ancaman dari kolonial Kristen (BelandaInggris dan Portugis), sementara konflik intern juga terjadi ketika komunitas Wujudiyah menyebarkan ajarannya. Selain itu, terdapat pula kelompok yang menentang pemerintahannya. Perlawanan terhadap pemerintahannya dilakukan melalui sabotase serta pembakaran Mesjid Raya Baiturrahman serta Istana Sultan yang penuh dengan perhiasan-perhiasan kerajaan.  (Jannah & bk Wanita Utama Nusantara)

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!