Pembimbing Tamu Allah menggapai Haji Mabrur

Gema JUMAT, 12 AGUSTUS 2016

Tgk. H. SULFANWANDI HASAN, MA (Pembimbing Haji Yayasan Raudhatul Qur’an Darussalam)

 

Hari ini, Jum’at, 12 Agustus 2016 insya Allah, Tgk Sulfanwandi Hasan bertolak dari Blang Bintang menuju Madinah. Pimpinan Dayah Raudhatul Qur’an, Tungkop Darussalam Aceh Besar ini ke Tanah Suci untuk yang ke-16. Bendahara Umum Forum KBIH Aceh ini menggunakan visa kerja musim haji, karena dia tidak mendapatkan visa haji reguler.

Di saat calon jamaah haji lain mendaftar, mesti masuk dalam waiting list bahkan mesti sabar menunggu 20 tahun lebih, Tgk Fan, demikian panggilan akrabnya, dengan mudahnya berkali-kali ke Tanah Suci.“Umrah, saya tidak ingat sudah keberapa kali,” kata Tgk Fan. Hal wajar, karena sejak Yayasan Raudhatul Qur’an (YRQ) resmi menjadi lembaga penyelenggara Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), pria kelahiran Meukek, 5 Agustus 1969 ini berumrah 3-4 kali dalam setahun.

Tugasnya membimbing, membantu dan melayani jamaah berhaji ini telah membuka peluang besar kepada ayah tiga anak ini rutin setiap tahunnya berada di Madinah-Mekkah dan tempat pelaksanaan rukun haji lainnya.

Tentu saja, tiada bosan-bosan melaksanakan ibadah yang diwajibkan bagi ummat Islam yang mampu. “Membantu dan melayani jamaah sekaligus berhaji dan umrah adalah sebuah kenikmatan yang tidak mampu diceritakan dengan lidah,” ungkap Wakil TalqinTariqat Qadariyah Naqsyabandiyah Wilayah Aceh ini.

Pendirian KBIH YRQ merupakan pemenuhan kehendak atas permintaan banyaknya jamaah yang mengikuti pengajian majelis umum. Pimpinan DayahYayasan Raudhatul Qur’an yang berdiri tahun 1998 ini secara rutin menyampaikan materi ilmu keagamaan, hukum, ibadah,dll,  termasuk tata cara ibadah haji.

Ratusan jamaahnya seolah mendapatkan bimbingan berhaji dengan jelas. Puluhan diantaranya menyarankan agar mahasiswa doktoral UIN Ar Raniry ini membimbing secara resmi.

Namun KBIH sebagai penyelenggara bimbingan haji haruslah berizin dari Menteri Agama RI. Singkat, akhirnya resmilah berdiri KBIH pada 2001. Nama diambil dari dayah miliknya. Sesuai persyaratan lain, Sulfanwandi yang berstatus PNS bertindak hanya sebagai pembimbing sedangkan isterinya, Hj. Erlianti, SE menjadi Ketua KBIH Yayasan Raudhatul Qur’an.

JCH perdana tahun 2001 dari yayasan ini, sebanyak 45 orang, termasuk beberapa anggota keluarganya menjadi jamaah. KBIH YRQ menunjukkan perkembangan yang signifikan. Setiap tahun, CJH bimbingannya terus bertambah.

Tahun ini puncaknya, sebanyak 176 CJH telah siap secara lahir dan bathin mempraktikkan apa yang dilihat, dicatat, diingat dan diperagakan saat pembekalan manasik haji yang diadakan di komplek dayah miliknya.

“KBIH YRQ besar tanpa iklan dan tidak pernah dipromosikan pada media mana pun,” sebut anak dari Hasan Indah dan Hj. Bunira ini. Dia akan melayani jamaah dengan sepenuh hati. “Saya akan menggendong jamaah beresiko tinggi (tua) apabila sulit berjalan menuju bus atau tempat lain,” tambahnya. Menurutnya, haji mabrur bagi pembimbing apabila mampu melayani CJH sehingga dapat melaksanakan seluruh rukun haji.

Mungkin pelayanan prima inilah dinilai memuaskan. Sebagai apresiasi atas pelayanan itu, saat kembali ke tanah air para jamaah bercerita dan merekomendasikan kepada keluarga atau CJH/umrah lainnya agar bergabung di bawah panji KBIH YRQ.

Selain itu, KBIH YRQ tidak menentukan biaya pasti bagi jamaahnya. “Biaya seikhlasnya. Biaya yang terkumpul dari jamaah, dipergunakan untuk pembangunan Mushalla Tajul Arifin dan pengembangan Dayah Yayasan Raudhatul Qur’an,” jelas mantan pembimbing rohani Perum Bulog Divisi Regional Aceh ini.

Menyoal ke Tanah Sucinya kali ini dengan visa haji nonreguler, kepadaPemerintah Aceh dan Kanwil Kementerian Agama Aceh selaku penyelenggara haji, Tgk Sulfanwandi berharap, dapat memberikan kemudahan visa haji regular kepada KBIH berjamaah banyak dan terbukti profesional agar mempermudah khususnya sehingga dapat mendampingi dan membimbing langsung pada saat ibadah haji di Arab Saudi.

Seperti saat ini, Tgk Fan berangkat terpisah dan mendahului jamaah. Karena di Arab Saudi dia mesti mempersiapkan berbagai kebutuhan CJH binaan bersama puluhan staf dan pemandu musiman dari yayasan. NA RIYA ISON

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!