Semangat Baru Sekjen FORSIMAS

GEMA JUMAT, 26 JANUARI 2018

Prof Dr H. Rusydi Ali Muhammad, SH

Pasca meninggalnya Sekretaris Jenderal Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Se-Rantau (FORSIMAS) Drs. HM. Hasan Basry, MA, 2 Nopember 2017 lalu membuat pengurus susah mencari pengganti dalam waktu singkat. Namun setelah musyawarah internal yang diadakan dua minggu lalu, pengurus sepakat memilih Prof. Dr. H. Rusydi Ali Muhammad, SH (65 tahun) sebagai pemegang tongkat estafet organisasi kemasjidan tingkat internasional ini meskipun awalnya berusaha menolak.

Saat takziyah dan doa bersama untuk almarhum M. Hasan Basry dari perwakilan Forsimas beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Sabah dan Indonesia yang diwakili Jakarta, Bandung, Bekasi dan Cirebon datang ke Aceh Minggu lalu, Rusydi diproklamirkan sebagai Sekjen FORSIMAS yang baru.

Forsimas yang dibidani alm Hasan Basry pada tahun 2006 yang berkantor pusat di Darussalam telah beberapa kali melakukan konferensi Masjid tingkat internasional seperti di Jakarta, Banda Aceh, Kuala Lumpur, Brunei, Sabah dan Bangkok. Rusydi mengaku sudah kenal organisasi ini sejak lama, namun hanya melihat dari jauh. Namun pengurus Forsimas mengajaknya dalam sebuah kunjungan muhibbah ke Kamboja bersama 20 peserta dari beberapa negara bulan Ramadhan lalu. “Nah saat itulah saya kagum dan mengenal FORSIMAS lebih dekat yang ternyata memang sudah medunia,” ujar mantan Rektor UIN Ar Raniry ini.

Pria kelahiran Jakarta, 9 Juli 1952 yang memperoleh gelar Doktor dari UIN Syarif  Hidayatullah, Jakarta (1989) berjanji akan meneruskan visi dan program Forsimas bersama pengurus lainnya. Ia optimis konferensi Forsimas selanjutnya di Mekkah Al Mukarramah bisa terwujud jika mampu membangun komunikasi dengan pihak pemerintah Arab Saudi.

Saat ini suami dari Dra Hj Yusni Ibrahim masih aktif sebagai dosen pascasarjana UIN. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh (2010 – 2012), Ketua Staf Ahli Gubernur  Aceh, (2005 – 2006), Dekan Fakultas Dakwah, UIN  Ar Raniry, (1996-2001). Tidak hanya itu, Rusydi juga pernah menjadi Direktur Pasca Sarjana, UIN  Ar Raniry (2013 – 2017) dan  Ketua Senat Universitas, UIN Ar Raniry, sejak September 2017. Bahkan pernah dipercayakan sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Al Washliyah, Jakarta, (2010 – 2015).

Ayah empat putra-putri ini telah banyak menghasilkan karya ilmiah. Beberapa di antaranya “Wewenang Pemerintah dalam Pengurusan Zakat” (2014), “Konflik dan Kekerasan, Solusi Syariat Islam” (2012) dan “Kearifan Lokal : Penyerapan Syariat Islam dalam Hukum Adat Aceh” (2011),  diterbitkan oleh Dinas Syariat Islam Aceh.

Beberapa negera yang sudah dikunjunginya baik kursus maupun misi lain seperti Australia, Jerman, Philipina, Canada, Malaysia, Singapore, Arab Saudi, Kamboja dan lain-lain. (Baskar)

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!