Vince Focarelli, Mualaf Australia Hidayah bagi Boss Gangster

Gema Jumat, 5 Agustus 2016

Mantan pemimpin geng terkenal asal Australia ini sekarang telah bertobat dan memeluk Islam. Dia membuka restoran halal sebagai penebusan dosa-dosanya di masa lalu.

Vince Focarelli menjadi pimpinan gangster Comanchero yang menguasai South Adelaide. Antara tahun 2010 dan 2012, Focarelli menjadi target enam pembunuhan.

Upaya untuk mengakhiri hidupnya mulai dari serangan bom yang menewaskan dua rekannya yang menjadi anggota gangster Hells Angels, penembakan di sebuah supermarket, hingga penembakan di Dry Creek pada Januari 2012 yang menewaskan anaknya, Giovanni.

Dalam serangan di Dry Creek itu Focarelli ikut terluka dan dihukum penjara atas tuduhan menyelundupkan narkoba. “Kami sangat kehilangan Giovanni. Dia selalu ada dalam hati kami,” kenang Focarelli.

Kini Focarelli sudah berubah. Dia sekarang mencari kehidupan sebagai keluarga yang normal dan membantu orang yang membutuhkan.

Pria 41 tahun itu mengatakan semua orang pernah membuat kesalahan. Namun dia yang kini yang membuka restoran La’Fig Cucina di Carrington St, mengungkapkan bagaimana dia telah mendapatkan hidupnya kembali.

Dengan restorannya, dia sekarang memberi makan tunawisma dan menyumbangkan makanan untuk orang miskin. “Saya telah benar-benar menjauhkan diri dari semua aspek kehidupan gangster,” kenangnya.

Focarelli merasa memainkan perannya di masa lalu dan sudah menerima akibatnya. “Saya manusia biasa dan terlepas dari apa pun yang saya lakukan di masa lalu, semua orang pernah membuat kesalahan,” ujarnya.

Dia menganggap keluarganya, agamanya dan restorannya sebagai tonggak untuk membantunya bertransformasi menapaki hidup baru.

“Sebagai Muslim, tanggung jawab kita adalah memberi, terutama di bulan Ramadan di mana kita bisa belajar untuk menjadi rendah hati dan bertakwa,” katanya berfalsafah.

“Di bulan Ramadan, apa pun yang kami jual akan ada porsi atau persentase yang dipotong dari keuntungan yang kami berikan untuk amal. Kami ingin berkontribusi dengan cara yang terbaik,” sebutnya kepada media massa.

Restorannya juga memberi makan para tunawisma – salah satunya menyediakan sup pada malam hari untuk mereka yang membutuhkan. “Setiap Selasa – bagi semua tunawisma – silakan datang ke La’Fig Cucina sekitar jam 07:00 sampai 07.30 malam untuk mendapatkan makanan hangat,” katanya.

Mantan pemimpin geng ini mengatakan ide untuk mendirikan restoran itu muncul, ketika dia dan istrinya ingin menciptakan sesuatu yang halal. “Awalnya saya berbincang-bincang dengan istri di dapur. Kami kemudian punya pemikiran membuka restoran. Saat itu kami berkata, ‘kita ingin membuka sebuah kafe kecil, kenapa tidak melakukannya dengan benar? Mengapa kita tidak membantu komunitas Muslim dan melakukan sesuatu yang halal, organik, dan ramah vegan’,” katanya.

Focarelli dibebaskan dari penjara dengan pembebasan bersyarat pada bulan April 2013, setelah menyelesaikan hukuman atas tuduhan kepemilikan senjata api dan penyelundupan narkoba yang menewaskan putranya. NA RIYA ISON – Dsb.

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!