Berbukalah dengan Secukupnya

GEMA JUMAT, 24 MEI 2019

Bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri di banding bulan-bulan yang lain. Bulan Ramadhan merupakan kesempatan besar sekaligus menjadi acuan bagi seluruh umat muslim untuk kembali meningkatkan kuantitas dan kualitas dalam beribadah.

Pada bulan ramadhan kali ini para Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) memiliki program tetap yaitu program Gema Ramadhan. Ketua Remaja MRB Rahmad maulizar, S.Pd mengatakan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Yang mana di dalam kegiatan tersebut terdiri atas serangkaian kegiatan seperti: Safari dakwah, ceramah menjelang shalat tarawih/subuh di berbagai Masjid/Meunasah di Banda Aceh ), bakti sosial kepelosok Aceh, kunjungan sosial ke panti jompo, bazar buku dan pernak-pernik islami, rangking 1 shirah Nabawiyah sekota Banda Aceh dan buka puasa bersama,” ujarnya kepada Gema Baiturrahman, Banda Aceh (22/5).

“Alhamdulillah untuk hal ini, remaja masjid memiliki program kunjungan sosial ke panti asuhan/jompo. Dalam kegiatan tersebut RMRB berfokus dalam berbagi kebahagian dengan mereka yang sedikit kekurangan dalam hal keanggotaan keluarga. Selain itu dalam kegiatan ini juga diadakan buka puasa bersama , sehingga setiap anggota RMRB dapat berbagi cerita dan mengambil pengalaman dari mereka yang di sana,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain itu juga, biasanya remaja masjid juga mendapat kepercayaan dari masyarakat dalam hal membagikan takjil berbuka untuk orang-orang yang berada di sekitar masjid.

Dijelaskan, untuk menjalankan semua kegiatan di atas mendapatkan dukungan dari banyak pihak, para pengurus BKM masjid, alumni remaja masjid sekaligus yang terpenting adalah dukungan masyarakat. “Hal ini terlihat dari antusias masyarakat terutama yang memiliki kemampuan lebih seperti warung nasi dan sejenisnya dalam menginfakkan, bukan hanya berbagi untuk para yang hanya berada di panti jompo, tetapi juga memberi bantuan kepada orang lain. Bahkan tidak sedikit yang sudah berlangganan infaq untuk setiap tahunnya melalui Remaja Masjid Raya Baiturrahman,” terangnya.

Hal lain hikmah berbagi di bulan suci disampaikan Dewan Pengurus TPQ Plus Baiturrahman Muhammad Yakub Yahya. Ia mengatakan, ada ragam kiat berbagi, dalam rangka saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, terlebih dalam bulan suci yang tinggal dua pekan lagi. Selama ramadhan, selain diganjarkan berlipat-lipat atas amalan infaq, shadaqah, hibah, zakat, dan waqaf, ada pula hibah dan hadiah kita.

Dijelaskan, di antara ciri puasa yang berkesan dan penuh hikmah ialah suka berbagi buat sesama, selama ramadhan, dan lanjutkan kemurahan itu, sehabis bulan suci ini.

Sebab satu lagi masalah serius, yang selama ini mungkin kita anggap sepele ialah, mudahnya kita membelanjakan rupiah selama puasa. “Setiap sore, biasanya kita yang ada duit, ketagihan dan jalan-jalan sendiri atau dengan keluarga, melenakan puasa, menggadaika pahala puasa. Padahal telah berleha-leha kita pelihara sejak fajar. Kita terkadang ‘gatal tangan’ hingga apa saja yang kita lirik di pinggir jalan, kita masukkan ke plastik, menjajanya dengan berlebihan, boros,” terangnya.

Ia menambahkan, tidak banyak ayat yang menyamakan manusia dengan setan. Namun pemboros (mubazziriin) itu Allah samakan dengan saudara setan. Bahkan kaafir, murtad, munaafiq pun, tidak disamakan dengan setan. Namun khusus pemboros itu, oleh Allah, menyamakan dengan saudara setan (ikhwanusy syayathin).

Kita menganggap tabiat ini sepele, remeh saja. Seakan jika kita habiskan makanan dalam piring saat pesta atau buka puasa, itu kurang sopan. “Seakan jika ambil sekadar yang bisa kita habiskan, dan kita habiskan makanan yang telah kita ambil dalam piring itu, kita disebut tidak santun. Itu kebiasaan kita selama ini yang salah. Padahal mengahabiskan sisa makanan itu, sunnah Rasulullah SAW, sahabat, dan ulama setelahnya. Kebiasaan jelek kita, membelanjakan makanan dan pakaian saat puasa dan lebaran, sangat berlebihan atau boros,” paparnya.

Jadi, misi puasa salah satunya ialah momen kita merdekakan diri, tiap tahun dari kekangan setan dan terkaman neraka. Eloknya ramadhan, kita sehat puasa, dengan sahur dan berbuka ala Rasulullah. Idealnya kita, usai ramadhan kita turun berat badan, bagi yang sedang diet. Jadi kesempatan sahur dan buka puasa sendirian dan berjamaah, penuhi pesan untuk menjaga menu dan pola makan sehat, dengan tidak mubazir dan berlebihan (tashrif).

Di antara anjuran al-Quran, kita disuruh makan sekadarnya, di rumah atau bareng di luar. Sunnah Nabi menganjurkan kita, shalat berjamaah. Salah kaprah jika buka bersama (ifthar jama’i), tapi shalat sendiri-sendiri. “Lebih salah lagi, jika puasa ia ada, buka puasa dia semangat, tapi shalat dia tiada. Jelang isya, dia belum bangun ke mushalla untuk maghrib, sejak sirine berbunyi dia masih nongkrong di sana,” tuturnya.

Muhammad Yakub Yahya yang juga Imam Rawatib Masjid Al-Mukarramah Punge Jurong Meuraxa Banda Aceh mengajak kita untuk mencontoh puasa seperti Nabi Muhammad SAW. Andai kita ingin sehat, mari kita jalani puasa ala Rasulullah. Kami mengajak, agar kita pelopori ‘kiat sehat berpuasa’, dan sehat pula seusainya. “Mari kita sahur dan menikmati menu berbuka di sini dan di rumah, dengan tidak mencampuri antara makanan laut dan darat, bahkan sesama ikan darat dan ikan laut pun bagus tidak dicampur, sekali makan. Kita ajak, jangan disantap dalam sekali makan antara ayam dan telur ayam. Kita ajak juga nikmati manfaat madu dan kurma, dalam selama puasa dan bukan puasa, daripada obat yang belum tentu mujarab,” tutupnya. (Indra Kariadi)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!