Darussyari’ah Madrasah Warisan Ulama Aceh

GEMA JUMAT, 11 JANUARI 2019

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh memiliki madrasah yakni Madrasah Tsanawaiyah Darussyari’ah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Darussyari’ah merupakan lembaga pendidikan yang sudah sangat lama berdiri di Aceh yakni sejak 1966.

Para ulama terkemuka Aceh terlibat dalam proses berdirinya kedua madrasah tersebut seperti Tgk Hasan Krueng Kalee, Tgk Ahmad Pante, Tgk Abu Razali, Tgk Hasballah (Abu Indrapuri), Tgk H Sofyan Hamzah, Tgk Mahyuddin Yusuf, Tgk H Syekh Saman, Tgk H M Dahlan, Tgk Tayeb Wajidi, Tgk Said Sulaiman, Tgk Zaini Bakri, Tgk Oesman Ibrahim, dan Tgk A Hasyimi.

Pada dasarnya madrasah ini sudah ada sejak masa kesultanan Aceh dahulu. Patokan jelasnya dimulai dari kegiatan pengajian yang berbentuk zawiyah-zawiyah di Masjid Raya Baiturrahman pada awal kemerdekaan Indonesia. Pengajian berlangsung pada setiap pagi dan sore hari dari tahun 1955 sampai dengan tahun 1966 di salah satu sudut ruang yang ada di masjid.

Kemudian, pengajian ini dibentuk dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari kelompok dewasa, remaja, dan anak-anak. Kelompok pengajian remaja inilah yang kemudian menjadi sebuah lembaga yang dinamakan Madrasah Diniyah.

Pada 2006 kegiatan madrasah baik tingkat MTs dan MA pindah ke gedung sendiri di jalan Professor A Majid Ibrahim I Lampaseh, Banda Aceh. Saat ini MTs Darussyariah dipimpin oleh Dra Ina Rezkina, sedangkan MA Darussyari’ah oleh Azizah AR SPd I.

Ina Rezekina kepada Gema Baiturrahman mengatakan bahwa pihak sekolah terus berupaya mengembangkan sekolah untuk melahirkan generasi yang islami, mandiri, bertakwa, berilmu, terampil, dan bertanggung jawab. “Aceh membutuhkan generasi yang memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peminat MA Darussyari’ah meningkat. Sekolah yang dipimpinnya itu memiliki kegiatan ekstrakurikuler berama seperti kegiatan andalan adalah tahfidz untuk kelas satu dari sore Senin hingga Kamis. Ada juga kelas tajwid agar murid-murid melek tajwid. Kalau tajwid sudah bagus maka dinaikkan ke  kelas tilawah. Kemudian ada kelas bulutangkis dan kaligrafi. “Seluruh kelas itu gratis diikuti siswa kecuali kelas panahan karena karena agak mahal,” lanjutnya.

Banyak kegiatan yang ingin ia adakan di MA Darussyari’ah seperti kelas olimpiade dan pidato tiga bahasa. “Anggaran kita terbatas, jadi kelas tersebut tidak bisa dilaksanakan. Maunya kita hanya memikirkan proses belajar mengajar, tidak soal mempercantik dan menambah fasilitas,” ujarnya.

“Ke depan, kita butuh dukungan dari induk, Masjid Raya, untuk mempercantik sekolah, menambah fasilitas,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa MA Darussyari’ah memiliki staf pengajar yang didominasi pegawai negeri sipil. Karenanya, pengembangan pengajar biasanya dilaksanakan oleh Kementerian Agama.

Hal senada disampaikan Azizah. Ia bersama jajarannya berupaya menyusun langkah strategi mengembangkan MTs Darussyari’ah. Menurutnya, sistem operasional sekolah sudah cukup. Fasilitas yang dimiliki MTs cukup memadai. Bahkan MTs memiliki kegiatan pengembangan diri siswa yang cukup beragam yakni tilawah, menjahit, tajwid, pidati tiga bahasa Arab, Indonesia, dan Inggris, bulutangkis, kaligrafi, tahfiz, dan PMR.

“Mungkin kita butuh upaya mempromosikan sekaligus mempercantik sekolah, sehingga keberadaan sekolah semakin diketahui masyarakat,” imbuhnya.

Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Ir Abdul Haris MT, menjelaskan bahwa pihak UPTD masih membutuhkan waktu untuk melihat kondisi dan memperoleh informasi tentang lembaga-lembaga di bawah naungan Masjid Raya. Hal ini mengingat UPTD Masjid Raya baru terbentuk belum lama ini. “Setiap kita melangkah, kita perlu melihat kondisi terlebih dahulu. Masih butuh pendekatan-pendekatan,” katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya kedua pimpinan Madrasah Darussyari’ah sudah berdiskusi dengannya untuk mengetahui kondisi terkini sekolah sehingga diketahui apa upaya yang bisa dilakukan memajukan madrasah. “Secara umum demikian, secara teknis kita butuh proses,” lanjutnya.

Katanya, ke depan UPTD Masjid Raya melalui Dinas Syariat Islam Aceh akan meyakinkan Bappeda dan Badan Keuangan untuk menjadikan pengembangan Madrasah Darussyaria’ah sebagai program prioritas. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!