Da’i Diharapkan Kuasai Teknologi

1 dewan dakwah
foto : dewandakwahaceh.com

Gema, edisi Jumat 6 Februari 2015

Banda Aceh (Gema)-Guna mendukung proses dakwah, para da’i diharapkan harus menguasai teknologi dakwah. Hal itu disampaikan Dr Tgk HA Mufakhir Muhammad, MA dalam mengisi kuliah umum di Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Pengurus Dewan Da’wah Aceh.

Dalam materinya A Mufakhir menjelaskan bahwa da’i yang cerdas harus menguasai tehnologi da’wah, dan yang dimaksud dengan tehnologi da’wah di sini bukan berarti sebatas menguasai komputer, presentasi materi dengan projector, tetapi menguasai dan tahu batasan-batasan suatu ilmu atau materi yang dida’wahkan.

“Jadi seorang da’i harus tehno, cerdas, tahu sumber, batasan suatu persoalan, yang dalam istilah lain disebut dengan At-tahaddi,”ujarnya.

Menurut Ketua Perguruan Alwasliyah Banda Aceh ini, secara detail Tekhnologi Dakwah nantinya akan dipelajari dalam kuliah-kuliah berikutnya di ADI, sehingga out putnya da’i alumni ADI akan menjadi problem solver (pemberi solusi) bagi ummat bukan sebaliknya menjadi path of problem (bagian dari masalah) dalam hidup dan kehidupan umat, demikian Tgk. Mufakhir menutup kuliah umum-nya.

Sementara itu, Sekretaris ADI Dewan Da’wah Aceh, Dr. Abizal Yati, Lc. MA mengatakan memasuki semester genap tahun ajaran 2015, mahasiswa ADI akan dibimbing khusus dengan program tahfidh kerjasama antara AMCF (Asia Muslims Charity Foundation) dengan Dewan Da’wah Aceh, yang memfasilitasi satu orang ustadz tahfidh, yakni Ustadz. Muhammad Ihsan,Lc, untuk membimbing mahasiswa.

Setelah dua tahun di ADI, mahasiswa ini akan melanjutkan ke jenjang Sarjana di STID Mohammad Natsir di Jakarta, tentunya harus lulus seleksi dan mampu bersaing dengan mahasiswa ADI dari provinsi lain seluruh Indonesia, mengingat program ini sangat terbatas formasinya dan bagi mahasiswa yang lulus disediakan beasiswa, sejak dari ADI sampai dengan di STID Mohammad Natsir. marmus

 

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!