Insan Takwa Selamanya

GEMA JUMAT, 14 JUNI 2019

Ramadhan telah memproduksi insan takwa. Kita berharap insan takwa ini dapat berperan optimal dalam pembangunan masyarakat dan bangsa. Insan takwa akan memberi warna islami terhadap masyarakat yang dibangunnya atas dasar-dasar Alquran yang Allah turunkan pada bulan Ramadhan. Jadi kita berharap spirit Ramadhan bertahan sepanjang tahun.

Dosen Ilmu Alquran dan Tafsir Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Dr Mufakhir Muhammad MA, memaparkan, seseorang dapat melatih dirinya menjadi takwa dengan memanfaatkan momentum Ramadhan. Setelah Ramadhan maka akan tercipta pribadi-pribadi yang lebih bertakwa dibandingkan sebelumnya.

“Makna takwa sebenarnya ialah ingat dan taat kepada Allah. Seharusnya, keinginan beribadah setelah Ramadhan semakin mudah karena sudah terlatih,” tuturnya kepada Gema Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (13/6).

Ia mengatakan bahwa jangan sampai semangat beribadah menjadi lesu. Padahal kita sudah mencoba melatih diri. Ibarat orang berolahraga, badannya terasa semakin segar.

Salah satu ciri ketakwaan seseorang dapat dilihat sejak awal Ramadhan. Ia sudah taat beribadah serta merasa sedih kala Ramadhan akan meninggalkannya. Ia juga memiliki keinginan beribadah yang kuat di luar Ramadhan.

Perilaku orang bertakwa ikut tercermin dalam perilakunya sehari-harinya. Misalnya ia tidak takut kepada pimpinan ketika ingin melaksanakan ibadah, melainkan lebih takut kepada Allah. Seperti halnya doa Nabi Daud yang meminta agar harta dan jabatannya tidak menghalinya beribadah. “Orang bertakwa, mampu mengontrol diri dalam pekerjaan, beraktifitas, dan tujuan hidupnya,” imbuhnya.

Sesungguhnya Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali beribadah kepada Allah. Inilah prinsip hidup yang dipahami dengan baik. Rezeki yang diberikan dalam kehidupan kita semuanya atas kemurahan Allah.

Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA mengatakan, dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 beserta hadis nabi, menjelaskan, Allah berharap hamba-Nya menjadi insan takwa di bulan Ramadhan. “Berusaha menjadi insan takwa berarti sudah berusaha memenuhi harapan Allah,” ujarnya.

Di bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan berpuasa, dianjurkan menghidupkan malam dengan ibadah, membayar zakat fitrah di penghujung Ramadhan. Tujuan membayar zakat fitrah yakni membersihkan dosa orang yang berpuasa sehingga menjadi seseorang fitri. Insya Allah dengan melaksanakan hal tersebut maka seseorang menuju jalan ketakwaan. “Barang siapa yang bertakwa dan beramal salih, Allah beri surga, kekal selama-lamanya,” imbuhnya.

Insan takwa sekaligus beramal saleh akan diberikan pasangan suci oleh Allah serta ditempatkan yang tenang lagi teduh. Iman dan takwa menjadi modal utama takut kepada Allah. Meskipun Ramadhan berakhir, perilaku insan beriman dan bertakwa akan terjaga hingga ia berjumpa dengan Ramadhan di tahun berikutnya.

Ia menambahkan, gelar takwa dapat dipertahankan dengan cara banyak mengingat Allah. Apapun perilakunya selalu bertanya apakah Allah memerintahkan hal tersebut atau tidak. Sehingga dalam segala bidang, baik itu dalam kegiatan politik, ekonomi, dan lainnya, perilakunya senantiasa terjaga.

Kemudian, merendahkan diri (tawadhu). Kita harus memahami bahwa ilmu yang kita miliki masih sedikit dibandingkan orang lain. Tidak menganggap diri lebih baik. Selanjutnya, mengingat ancaman Allah. Dalam Alquran Allah menjelaskan bahwa orang yang tidak taat dan takut kepada Allah akan ditempatkan di dalam neraka dengan azab yang menghinakan. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!