Jadikan Masjid sebagai Simbol Persatuan

GEMA JUMAT, 21 JUNI 2019

 Pada Zaman Rasulullah SAW, masjid adalah sebagai tempat dan pusat segala kegiatan umat Merupakan modal dasar dan utama tempat dan pusat ibadah, pendidikan, pelatihan, dan kegiatan kemasyarakatan, seperti:  berkumpul, bersilaturakhim, media informasi, menerima tamu, rapat-rapat  bahkan pernah komando perangpun di masjid. Jadi secara historis fungsional masjid bukan hanya untuk shalat dan ibadah dalam pengertian sempit.Tetapi juga merupakan tempat untuk kegiatan pemberdayaan (empowering) umat secara umum

Kegiatan pemberdayaan umat yang terarah mendorong bagi terwujudnya masyarakat madani yang berakhlaq mulia. Suatu tatanan masyarakat yang memiliki aspek  “being” yaitu iman dan taqwa,serta aspek “having” menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara utuh menyeluruh. Sehingga mampu mensinergikan secara dinamis, bahu membahu, tolong menolong, dan bekerja sama dalam kebajikan membangun persatuan kesatuan umat dan bangsa dalam  ke-bhinneka-an, yang akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan. Dengan demikian makna memakmurkan masjid mencakup dakwah keagamaan bersamaan dakwah kenegaraan secara harmonis, Insya Allah akan memancarkan cahaya Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin.

Sebagaimana dikutip https://tabloidmasjidnus, Sekretaris Dewan Pembinan Ketua Umum DPP Forum Silaturakhim Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (FSPRMI), Mayjen TNI (Purn) Kohirin Suganda S, M.Sc. mengatakan, suasana dakwah dan penyebaran agama Islam di Tanah Air sekarang tumbuh dengan pesat. Hal itu ditandai dengan bermunculan lembaga-lembaga pendidikan Islam di berbagai tempat. Kegiatan-kegiatan keagamaan seringkali digelar dan dikunjungi umat.

Menurutnya, kesadaran keagamaan dan pembinaan akhlak di kalangan masyarakat telah membaik. Umat muslim  telah memiliki tanggung jawab sekaligus kesempatan yang besar untuk tampil ke depan sebagai bangsa yang religius. Negara Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia,  harus dapat membumikan ajaran dan nilai-nilai islami dalam kehidupan nyata, Menjadikan Islam sebagai  rahmat bagi semesta alam.

Untuk itu, umat islam dituntut untuk terus berperan secara aktif, konstruktif dan konstributif dalam memberikan solusi dan metoda dakwah yang tepat sehingga masjid dapat dioptimalkan sebagai media pemersatu bangsa di tengah berbagai persoalan yang dihadapi umat di negeri tercinta ini.

Umat Islam kata dia, harus bekerja keras untuk membangun solidaritas persatuan umat Islam yang kokoh. Sikap kembali ke masjid bukan sekadar memenuhi masjid pada setiap sholat. Melainkan masjid harus selalu menjadi roh kehidupan.  Artinya di manapun kita berada selalu tidak lepas dari roh dan semangat masjid, sebagai pusat ibadah, pendidikan, kegiatan kemasyarakatan, dan pemberdayaan umat. 

“Sehingga ke depan melalui masjid dapat merajut ukhuwah dalam konteksukhuwah Islamiyahukhuwah Basyariyah, dan ukhuwah Wathaniyah di negeri Indonesia tercinta,”ujarnya.

Ulama dan Masjid Jaga Persatuan

Pada kesempatan lain, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Ustadz Zulhusni Domo menyampaikan bahwa Masjid dan Ulama memiliki peran yang sangat signifikan dalam mempersatukan umat dan menegakkan agama Allah SWT.

Ada tiga tanda ulama pewaris para nabi. “Ada tiga ciri, Pertama Ulama yang takut kepada ALLAH SWT, Kedua Ulama yg bisa mempersatukan umat, Ketiga sebagai tempat bertanya umat,” jelasnya.

Selain itu, Masjid diharapkan harus pula menjadi pusat kegiatan generasi muda dan anak-anak. Sebab, ia berpendapat, terciptanya kondisi itu dapat membangun karakter generasi muda menjadi pribadi yang lebih baik, mengingat belakangan ancaman kepada generasi muda semakin tinggi.

“Sekarang itu banyak pemuda yang terjerumus ke dunia obat-obatan dan perilaku negatif lainnya, dengan adanya kegiatan di masjid, semoga dapat mencegah perilaku tersebut,” ujarnya.

Bagi penganut agama Islam, masjid merupakan pusat kegiatan umat. Dari interaksi sosial hingga pengambilan kebijakan hukum bagi masyarakat sampai pada persoalan ekonomi rakyat, semuanya pernah terputuskan dari permusyawaratan didalamnya. Kemegahan sebuah masjid juga menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat dan warga negara, selain bersifat sebagai simbol dedikasi masyarakat atau otoritas terhadap pentingnya beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga (marmus/dbs)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!