Jama’ah Masjid Butuh Aman dan Nyaman

GEMA JUMAT, 9 NOVEMBER 2018

Ketua Umum Ikatan Siswa kader Dakwah (ISKADA) Provinsi Aceh, 2005-2007, Tgk. Basri, S.Sos.I mengatakan, Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid kebanggaan Rakyat Aceh, dan juga sebagai masjid bersejarah bagi bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Sebagai tempat beribadah, khususnya bagi umat Muslim, kenyamanan dan kebersihan masjid menjadi hal krusial. Dengan tampilan masjid yang indah dan fasilitas yang menunjang, akan semakin menciptakan kekhusyukan jamaah dalam beribadah.
Menurut Tgk. Basri, selain fungsinya sebagai tempat ibadah, masjid juga sebagai pusat dakwah dan pembinaan umat, maka ia mengharapkan hendaknya setiap masjid mengutamakan ketertiban dan keamanan sebaik-baiknya untuk para jamaah.
“Agar ada kenyamanan para jamaah dalam beribadah, masjid harus benar-benar terjaga dan menjadi perhatian penuh para pengurus dan semua jamaah, baik keamanan luar atau dalam,” papar Tgk. Basri.
Menurutnya, selama ini ketertiban di Masjid Raya Baiturrhaman masih kurang terperhatikan oleh para pengunjung, dan cendrung beranggapan Masjid Raya lebih hanya sebagai tempat wisata ketimbang tempat beribadah.
Untuk itu ia menyarankan kepada para petugas untuk memantau dan mengawasi dengan intens setiap sudut areal lingkungan masjid. Petugas yang standby di setiap pintu masuk, setiap harinya berhak memberi pemahaman kepada para pengunjung yang hendak masuk ke Masjid Raya untuk berpenampilan sesuai syariat.
Tgk. Basri, yang juga Imam Masjid Al Munawarah Punge Jurong ini mengingatkan, petugas atau Khadam Masjid Raya yang tidak punya shift tugas, untuk tidak berkeliaran bebas di perkarangan Masjid saat waktu shalat. “Jangan lupa, 10 menit sebelum azan berkumandang, petugas wajib mengingatkan para pengunjung yang masik bermain atau sekedar duduk santai untuk segera melaksanakan kewajiban shalat.
Ia berpandangan, dengan melakukan cara-cara sperti ini merupakan bentuk pembinaan syariat kepada pengunjung dan masyarakat. “Dalam hal ini saya pribadi juga tidak sependapat, bila disediakan jubah ganti untuk pengunjung yang tidak berpakaian tidak islami, kecuali non muslim,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sebagai personil yang pernah akti di Pol PP dan WH Kota Banda Aceh, Tgk Basri menyarankan para tugas memasang lampu penerang setiap ruangan bawah terbuka, begitu juga dengan ruang parkir bawah tanah.
Disetiap sudut areal halaman masjid agar disediakan tong sampah yang mudah terlihat oleh setiap orang, areal pintu gerbang sebelah utara hendaknya para pedagang kaki lima itu ditata dengan rapi dan bagus sehingga tidak terkesan semraut.
Ketua Remaja Masjid Raya Baiturrhman (RMB) periode , 2016- 2018, Tgk Anwar Ridha, S.Pd menyatakan, terdapat dua jenis kegiatan memakmurkan masjid, yakni pembangunan fisik dan nonfisik. Memakmurkan masjid secara fisik mencakup penyediaan fasilitas yang mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan masjid.
“Banyak sekali fasilitas demi kenyamanan jamaah harus diperhatikan untuk menyediakannya, sehingga masjid menjadi tempat yang nyaman bagi jamaah. Jamaah akan lama berzikir, dan masjid terasa teduh,” terangnya.
Cara lainnya memakmurkan masjid dengan menghadiri majelis ilmu yang diselenggarakan di masjid dan aktif salat berjamaah. Ia merasakan masjid-masjid di Banda Aceh semakin baik sistem manajemennya. Salah satu indikatornya dilihat dari segi pengaturan dan kwalitas imam-imam salat jahar. Bacaan dan hafalan imam tersebut sudah bagus. marmus

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!