Memperkuat Barisan Muallaf

GEMA JUMAT, 05 MEI 2017

Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPSIB) Unsyiah menggelar forum group discussion (FGD) guna membahas persoalan muallaf di Aceh. FGD ini dihadiri oleh berbagai elemen, seperti Dinas Syariat Islam Provinsi/Kota, Baitul Mal Aceh Provinsi/ Kota, perwakilan muallaf, peneliti, serta akademisi.

Dalam FGD ini mencuat beberapa ide untuk memperkuat barisan muallaf. Misalnya, pembinaan dan penyantunan muallaf, batasan status muallaf, serta definisi muallaf. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung ICAIOS, Darussalam, Sabtu (29/4).

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Prof Yusni Sabi, menuturkan, sangat penting membina kesejahteraan muallaf. Semua pihak perlu bekerjasama untuk mewujudkan hal itu. “Bina aqidah, jangan lupa bina ekonomi,” pungkasnya.

Pemberdayaan muallaf harus ditindaklanjuti menjadi sebuah kebijakan yang jelas. Misalnya dengan memberikan mereka modal usaha. Sekarang, masih banyak muallaf yang berada pada level ekonomi menengah ke bawah. Sebagiannya menjadi pengemis dengan memperkenalkan diri sebagai muallaf. Bila dibiarkan mereka akan keenakan. Kemudian menjadikan kegiatan tersebut sebagai profesi. Dampaknya, non muslim akan memandang negatif Islam.

“(Jangan sampai) orang berkata bila ingin menjadi pengemis, maka masuk Islam,” tuturnya.

Sedangkan pembinaan aqidah dilakukan dengan memilih guru-guru profesional. Tugas mereka mengajarkan muallaf mengenai pendidikan Islam. Banyak muallaf berasal dari etnis Tionghoa. Maka pengajar perlu memahami kebu- dayaan etnis tersebut.

Sekali lagi ia menegaskan bahwa pembinaan muallaf sangat penting. Apalagi muallaf memiliki potensi untuk kembali memeluk agamanya semula. Batasan konkret dikatakan muallaf sampai hati mereka sudah mantap dengan Islam.

Ada fenomena pergantian nama para muallaf. Menurut Prof Yusni, pergan- tian nama bukan sebuah kewajiban. Bahkan ia mengkha

watirkan pergantian nama bisa memicu pemisahan muallaf dengan kelompoknya. Juga akan menyulitkan mereka dalam pergantian nama di dokumen pribadi, seperti paspor, KTP, kartu keluarga, dan sebagainya. “Pergantian nama boleh-boleh saja,” paparnya.

Prof Al Yasa’ Abu Bakar menjelaskan, pembinaan muallaf  yang melibat pemerintah itu tidak ada, kecuali secara individual. Selama ini banyak kegiatan diselenggarakan guna menyusun strategi pembinaan muallaf.  Tapi tidak ada tindak lanjutnya.

Katanya, lembaga Baitul Mal bisa mengambil bagian untuk membina muallaf. Tapi ia menyadari bahwa Baitul Mal belum bisa fokus karena masih memiliki program prioritas lainnya.

Di samping itu, ia menuturkan perlunya memperjelas makna muallaf. Muallaf bermakna saudara baru kaum muslim. Di sisi lain, ada orang Islam sendiri ada yang ingin keluar. “Definisi (muallaf) harus diubah,” pungkasnya.

Kepala Bidang Dakwah Dinas Syariat Islam Banda Aceh, Ridwan Ibrahim, menuturkan, pemerintah perlu menjamin keamanan muallaf. Apalagi mereka kerap mendapatkan perlakuan tidak enak, seperti diusir oleh keluarganya dan mendapatkan ancaman. Ia merekomendasikan supaya ada lembaga yang ditunjuk untuk menangani persoalan yang dialami muallaf.

Fatimah, muallaf yang pernah studi banding ke Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (PERKIM), menuturkan, lembaga non pemerintah ini sudah cukup baik menangani muallaf. PERKIM memberikan tempat tinggal semacam asrama serta makan gratis bagi muallaf. Mereka diberikan tunjangan tiap bulannya. Sedangkan setiap malamnya disuguhkan pendalaman pendidikan Islam melalui pengajian.

Kepala Bidang Hukum Dinas Syariat Islam Aceh Dr Syukri Yusuf, menjelaskan, status muallaf tidak disandang seumur hidup. Sedangkan pemahaman masyarakat, status muallaf berawal dari sejak mereka masuk Islam sampai mereka meninggal.

Kepala Bidang Distribusi Baitul Mal Banda Aceh, Husaini Yusuf, menuturkan, Baitul Mal membatasi status muallaf hanya sampai tiga tahun. Muallaf akan memperoleh santunan selama jangka waktu tersebut. Status mereka bisa berubah menjadi fakir miskin. Hal ini bisa terjadi setelah verifikasi menunjukkan ekonomi mereka rendah. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!