Mengembalikan Ajaran Kesufian

GEMA JUMAT, 6 JULI 2018

Majelis pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) pimpinan Abuya Syeikh Amran Waly Al-Khalidi bersama dengan Pemerintah Aceh serta didukung sepenuhnya oleh  Pemerintah Kota Banda Aceh kembali mengadakan Muzakarah Ulama Internasional Tauhid Sufi yang ketujuh di Banda Aceh.

Tujuan dilaksanakan muzakarah itu adalah untuk mengembalikan ajaran kesufian dan mengangkat faham sufi ini kembali kepermukaan  yang telah lama terpuruk dan hilang di bumi Serambi Mekkah ini. Muzakarah ini mengangkat tema, “Tauhid Tasawuf Jalan untuk Mencapai Kedamaian Umat Sedunia”.

“Insyaallah dilaksanakan di kota Banda Aceh dari tanggal 13 s/d 16 Juli 2018, kegiatan tersebut akan di hadiri oleh jamaah dari dalam dan luar negeri lebih kurang 32 ribu orang,” ujar Tgk. H. Syukri Daod Pango selaku pengurus MPTT Banda Aceh.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I), Tgk. Sahal Tastariwal, SE., MM menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakan muzakarah itu adalah untuk mengembalikan ajaran kesufian dan mengangkat faham sufi.

“Faham sufi ini pernah mengangkat nama Aceh terkenal dan disegani di mata dunia,  negeri yang makmur damai dan sejahtera.” ujar Abi Sahal, panggilan akrabnya.

Tgk Sahal menjelaskan, faham sufi ini dapat menjadikan Islam kokoh dan lahir di dalam kehidupan. Sebab ajaran ini menanamkan akhlak dan kasih sayang dan harapan kesatuan dan persatuan sesama umat Islam dapat tercapai, demi untuk menjadikan Islam ini sebagai agama yang ramatalillalamin,” ujarnya.

Para ulama dan tokoh-tokoh  pemerintah dan cendikiawan Islam dari berbagai penjuru tanah air akan hadir pada acara muzakarah internasional tersebut. Seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau,  Pekan Baru, Tapanuli,  Batam, DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Banten, Surabaya, Manado, Gorontalo, Ternate, Banjar Masin dll.

“Juga hadir utusan dari berbagai belahan dunia seperti negara Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, China, Turki, Pakistan, Maroko, Sudan, Pantai Gading, Tunisia dan Arab Saudi,” tutur Tgk. Sahal.

Muzakarah Ulama Internasional ini adalah yang ke V dilaksanakan. Pertama kali diadakan di Aceh Barat pada tahun 2010, berikutnya yang kedua diadakan di Selangor Malaysia pada tahun 2012. Yang ketiga dilaksanakan di Blang Pidie, Kabupaten  Aceh Barat Daya pada tahun 2014. Yang keempat di Cibinong Bogor, Jawa Barat pada tahun 2016.

“Pada tahun 2017, pertama kali dilaksanakan seminar pengkaderan tauhid tasawuf di Gorontalo, Nusa Tenggara Barat,” Ujarnya.

Ada beberapa tema diangkat dalam Muzakaarah Internasional ke V ini. Pertama dengan tema: Tasawuf dasar kesempurnaan aqidah  dan syariat. Tema kedua mengangkat tentang: Peran tauhid irfani dalam menciptakan kedamaian dan nilai-nilai kemanusiaan. Tema ketiga diberi nama dengan: Urgensi dan metoda tasawuf dalam membangun manusia seutuhnya (insan Kamil). Berikutnya diangkat tema: Konsep tajali sufi utk memahami syariat dan kehidupan. Kelima dengan tema: Teks agama dalam sorotan tafsir sufi. Dan yang keenam dengan tema: I’tikad Ahlusunnah dan pemahaman sufi.

Penutupan di Mesjid Raya

Acara muzakarah akbar ulama itu berdasarkan rencana akan ditutup di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada Minggu (15/7) sekitar pukul 20.00 hingga selesai. Berikut rincian acara tersebut:

Acara tersebut berlangsung pada tanggal 13-15 juli 2018 di Kota Banda Aceh ;

  • Pembukaan seminar di lapangan tugu Darussalam Banda Aceh jumat (malam sabtu) tanggal 13 juli 2018, pukul 20.00 – 23.30 wib.
  • Muzakarah khusus ulama diadakan di gedung auditorium UIN Ar-Raniry Banda Aceh tanggal 14-15 juli 2018, pukul 08.00 -17.00 wib.
  • Tausyiah umum dan rateb seribee di lapangan tugu Darussalam Banda Aceh pada sabtu malam minggu tanggal 14 juli 2018, pukul 20.00 -23.30 wib
  • Penutupan di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada minggu malam senin tanggal 15 juli 2018, pukul 20.00 -23.30 wib. (Indra Kariadi)

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!