Menyemarakkan Ramadhan di Masjid

GEMA JUMAT, 3 MEI 2019

Bulan Ramadhan sudah di depan pintu. Umat Islam sedunia sedang menantikan kehadirannya penuh duka cita. Ramadhan sendiri merupakan momentum terbaik meningkatkan ibadah kepada Allah. Di bulan yang penuh berkah ini Allah melipatgandakan pahala bagi umat Islam yang mengerjakan amalan saleh.

Pada bulan ini pula para pengurus masjid menyemarakkannya dengan berbagai cara, seperti halnya di Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh. Kepala Sekretariat MRB Ustaz Ridwan Johan mengatakan, pengurus MRB menyiapkan pelayanan yang berbeda. Sebut saja mendatangkan imam shalat tarawih dari Palestina selama sebulan penuh. “Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik. Kita upayakan pelayanan maksimal kepada jamaah,” ujarnya kepada Gema Baiturrahman, Banda Aceh (2/5).

Ia menambahkan, kegiatan menarik lainnya di MRB yakni qiyamul lail, berbuka puasa bersama, tadarus Alquran, dan ceramah agama. Untuk berbuka puasa pihak MRB menyediakan kanji. Tadarus Alquran akan semakin menyemarakkan suasana masjid. Sedangkan ceramah agama akan diisi sebulan penuh bakda isya oleh para penceramah berbeda dengan keahlian bidang ilmu setiap malamnya.

Melalui ceramah agama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri. Sehingga para jamaah dapat optimal menjalankan ibadah selama puasa.

Dijelaskan, kegiatan-kegiatan ibadah sangat afdhal dilaksanakan di masjid bagi kaum lelaki. Apalagi tidak alasana bagi laki-laki misalnya, melaksanakan ibadah salat di rumah. “Dalam dalil disebutkan bahwa sangat diutamakan bagi kaum lelaki salat berjamaah di rumah. Tidak ada dalil yang mengatakan (sangat utama) salat berjamaah di rumah,” terangnya.

Karenanya, MRB mencoba memberikan pelayanan yang baik agar masyarakat merasa tertarik beribadah di masjid daripada di rumah. Di sisi lain, beribadah di MRB menjadi pengobat rindu bagi mereka yang merindukan salat di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi. Sebab, suasana MRB memiliki kemiripan dengan dua masjid tersebut. Apalagi sekarang sudah dilengkapi lantai marmer dan payung raksasa.

Ia turut mengingatkan kepada jamaah yang ingin beribadah tarawih agar berwudu di rumah sebelum ke masjid. Hal ingin ramainya jamaah masjid yang membuat antrian wudu panjang dari biasanya.

Hal senada disampaikan Penceramah Ustaz Dr Syahbuddin Gade MAg. Ia mengatakan bahwa memaknai bulan Ramdadhan yaitu dengan hati lapang dan rasa bahagia menyambutnya. “Inikan bulan mulia, dalam hadis siapa yang menyambut bulan Ramadhan mendapatkan pahala yang luar biasa dari Allah,” paparnya.

Menyambut Ramadhan tentu saja diiringi mengisinya dengan ibadah. Allah melipatgandakan pahalan dan mengurung syaitan. Untuk itu, seorang muslim yang dapat juga menjadi Ramadhan sebagai momen berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Meskipun sebenarnya tidak mesti dengan menunggu bulan Ramadhan.

Kepada para lelaki, ia juga mengingatkan agar beribadah di masjid serta bisa iktikaf. “Ramadhan momen perbanyak ibadah dan meminta ampun kepada Allah,” lanjutnya. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!