Meringankan Duka Palu-Donggala

GEMA JUMAT, 5 OKTOBER 2018

Belum kering air mata atas musibah yang menimpa Lombok, kini gempa dan tsunami mengguncang Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Khususnya di Aceh, berbagai elemen pemerintahan sudah bergerak menggalang bantuan.

Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Dinas Sosial Aceh, dan Humas dan Protokoler Setda Aceh sampai sekarang terus mengumpulkan dana, baik itu dari instansi pemerintahan, masyarakat, dan sebagainya. Mereka turut bekerja sama dengan Forum PRB Aceh, ACT, RAPI Aceh, Forum LSM Aceh, alumni BRR NAD-Nias, dan Yayasan Beudoh Gampong.

Kepala BPBA Aceh Teuku Ahmad Dadek mengatakan, setelah penggalangan dana untuk Lombok yang mencapai Rp 1,1 miliar, sekarang Pemerintah Aceh menggalang bantuan untuk Palu-Donggala. “Kita baru menggalang (dana) tiga hari, antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujarnya kepada Gema Baiturrahman, Selasa (3/10) di Banda Aceh.

Diprediksikan dana sumbangan yang akan masuk ke rekening terus meningkat. Katanya, penutupan batas penggalangan dana belum ditentukan. Ia berharap bahwa penggalangan dana bersistem satu pintu. Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang kebencanaan, pengutipan tanpa izin BPBD untuk kabupaten/kota dan BPBA untuk provinsi, maka itu dapat dianggap sebagai pemungutan liar. Oleh karenanya, ia menghimbau kepada masyarakat yang menggalang dana bantuan untuk segera mengurus perizinannya.

“Tujuannya adalah untuk mengoordinir semuanya, serta menghindari orang-orang yang memanfaatkan suasana,” jelasnya.

Ahmad Dadek menceritakan bahwa sebelumnya ada dua orang yang diduga mencoba melakukan penipuan dengan cara mengaku lebih menekan angka nol saat transfer sumbangan. Salah seorang tersebut mengaku berniat mengirimkan Rp 450.000 ribu. Karena terburu-buru ia salah tekan menjadi Rp 4.500.000 juta. Ia pun meminta agar uangnya yang lebih dikembalikan. Namun, pengakuannya tidak dipercaya begitu saja. Setelah dicek dengan cara mencetak rekening koran, ternyata memang tidak ada dana masuk dengan jumlah dimaksud.

Ia menuturkan, akibat gempa dan tsunami banyak rumah ibadah seperti masjid dan musala rusak, bahkan ada yang hancur. Karenanya, jika dana yang terkumpul telah cukup, maka akan digunakan untuk membangun sarana ibadah seperti masjid. Apalagi dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak ada dana untuk pembangunan masjid. “Pidie Jaya aja banyak masjid (rusak akibat gempa) belum bisa kita bangun. Jadi kita gunakan dana untuk membangun sarana yang bisa digunakan orang banyak dan jangka waktu yang lama,” terangnya.

Kepada masyarakat diharapkan berpartisipasi memberikan bantuan kepada Palu-Donggala meskipun jumlahnya tidak banyak. “Kejadian-kejadian di Palu-Donggala mengingatkan kita kepada musibah gempa dan tsunami Aceh pada 2004,” lanjutnya.

Para penyumbang dapat mengirim sumbangan ke rekening BRI KCP Peunayong 2056-01-000365-30-2 atas nama Gempa dan Tsunami Palu.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Nasir Nurdin mengatakan PRB mulai menggalang dana sehari pascagempa dan tsunami Palu-Donggala. Pihaknya akan selalu memperbarui jumlah dana yang masuk demi transparansi anggaran. Menurut Nasir, tingginya antusiasme masyarakat menyumbang dikarenakan sifat orang Aceh yang mudah tersentuh.

PRB akan terus menggalang dana bantuan untuk Palu-Donggala dengan memanfaatkan jaringan yang ada melalui media sosial. Cara tersebut dinilai sangat efektif serta mampu menjangkau orang banyak dalam waktu singkat. “Kita mengirimkan pesan-pesan melalui facebook, whatsapp, kemudian pesan-pesan tersebut berantai ke grup atau jaringan media sosial lain,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat semakin sadar bencana. “Jangan pernah berhenti menyuarakan bahwa kita hidup di daerah rawan bencana. Sayangnya, korban masih banyak berjatuhan setiap kali ada bencana. Kita sering lalai,” pungkasnya.

Terkait pengurangan risiko bencana tsunami, ia berpesan agar masyarakat segera menjauh dari kawasan pantai bila gempa terjadi. Masyarakat tidak perlu mencari kepastian tsunami akan terjadi, termasuk mencari informasi melalui ponsel. Sebab bila tsunami terjadi, masa tolerir (golden time) menyelamatkan diri hanya 15 menit.

Penggalangan dana juga dilaksanakan oleh Masjid Raya Baiturrahman melalui Tabloid Gema Baiturrahman (TGB), Radio Baiturrahman, remaja Masjid Raya. Masyarakat dapat menyerahkan langsung sumbangan ke Kantor TGB di bagian barat kompleks Masjid Raya, mentransfer ke nomor rekening 010.01.99.640025-2 atas nama Tabloid Gema Baiturrahman, atau menghubungi Sekretaris Redaksi M Nur AR di nomor 085260063750.

Pemimpin Umum TGB Ameer Hamzah mengatakan, para penyumbang sudah berdatangan ke Kantor TGB sejak beberapa hari lalu. Sumbangan tersebut akan diumumkan setiap Jumat melalui TGB. Penyumbang berasal dari beragam kalangan seperti ibu-ibu pengajian dan kalangan pemuda. Direncanakan dana yang terkumpul akan diserahkan ke Palu-Donggala melalui Pemerintah Aceh.

“Saat ini saudara seiman di Palu-Donggala sedang mengalami musibah. Seyogianya sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk saling meringankan beban. Insha Allah penyumbang dana akan mendapatkan balasan dari Allah,” tutupnya. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!