Pemuda itu Mandiri

GEMA JUMAT, 02 NOVEMBER 2018

Sebagai generasi bangsa, seorang pemuda sepatutnya memiliki kepribadian serta kemampuan yang baik. Ke depan, kepemimpinan-kepemimpinan akan berada di tangan pemuda generasi sekarang. Maka, kemajuan Aceh di masa mendatang sangat tergantung seberapa berkualitasnya pemuda sekarang.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Aceh Darmansyah, mengatakan, karakter pemuda Aceh secara umum masih sangat baik. Mereka menyadari dan menghormati pelaksanaan yang berlaku di Aceh. “Para pemuda sekarang perlu dilatih kewirausahaan, semangat berjuang tanpa mengeluh. Kesuksesan pemuda sangat tergantung pada tingkat kedisiplinannya,” ujarnya kepada Gema Baiturrahman.

Ia menambahkan, pemuda  harus memiliki kemampuan yang dapat mereka kembangkan demi kesuksesannya. Sekarang saatnya pemuda memutuskan dirinya ingin menjadi apa dengan kelebihan tersebut. Para pemuda sepatutnya belajar untuk mandiri, apalagi setelah lulus kuliah. Kemandirian itu diwujudkan dengan belajar membuka usaha sendiri tanpa berharap sekali bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

“Kalau pemuda cengeng, terus selesai sarjana hanya menunggu CPNS, tidak mau berbuat  dan bergantung kepada orang lain,” imbuhnya.

Menurutnya, banyak sektor usaha menjanjikan dapat pemuda geluti seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan. Untuk mengembangkannya maka pemuda mesti semangat bangkit, jujur dalam bekerja, dan tahan dalam setiap cobaan.

Seiring perkembangan zaman, pemuda diharapkan mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi yang bisa dimanfaatkan mempromosikan sektor usahanya secara efektif dan efisien. melalui pemanfaatan teknologi. Selain itu, teknologi berguna sebagai wadah diskusi mencari ide-ide baru.

Ditambahkan, dalam menggapai kesuksesannya pemuda tidak boleh meninggalkan ibadah dan berdoa, sehingga pemuda tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan. “Kalau kita tidak ada pegangan dalam hidup (Islam), ketika ada masalah kita frustasi, larinya ke narkoba, foya-foya,” terangnya.

Pergeseran Budaya

Berbeda dengan pernyataan Darmansyah, Wakil Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk Faisal Ali mengatakan, telah terjadi pergeseran budaya sikap di kalangan pemuda zaman kini. Pemuda zaman dulu lebih menghormati kalangan tua dan besar rasa malu bila melakukan kesalahan. “Mungkin ini salah satu tantangan bagi pemuda sendiri, dan juga orang tua untuk mengembalikan karakter pemuda Aceh yang sesuai adat dan syariat Aceh,” papar Tgk Faisal Ali yang akrab disapa Lem Faisal ini.

Menurutnya, kalangan tua yang – pihak terkait, termasuk seorang pemimpin – kurang  mentransformasikan nilai-nilai keteladanan kepada generasi muda. Pihak terkait perlu menciptakan edukasi untuk menanamkan sifat akhlakul karimah.

Pemuda berkualitas Lem Faisal yakni dekat dengan Allah, bermanfaat kepada orang lain, dan mampu hidup mandiri. Dalam ajaran Islam diajarkan cita-cita pemuda dikiaskan mampu meruntuhkan gunung tinggi.

Teknologi informasi, imbuh Lem Faisal, berpengaruh negatif bila pemuda tidak menggunakannya dengan baik. Akan tetapi, daya rusak yang sangat besar bagi pemuda adalah narkoba. Oleh karenanya, seluruh pihak terkait diharapkan bekerja sama membantu pemuda menghadapi tantangan tersebut.

Skil pemuda

Tokoh pemuda Jamaluddin mengatakan mutlak harus memiliki keterampilan dan jati diri  agar bisa bersaing di zaman sekarang. “Pemuda yang tidak memiliki karakter, tanggung jawab, keterampilan, dan integritas maka sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya yang juga Ketua DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh periode 2013-2016 ini.

Tantangan terberat pemuda sekarang adalah kemauannya memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada  berkegiatan positif untuk menunjang masa depannya. Mereka dapat mempelajari segala sesuatu yang positif sudah sangat mudah dengan memanfaatkan teknologi. Kemajuan pemuda juga menentukan kemajuan suatu daerah.

Ia mengajak pemuda untuk membagikan “masa mudanya” untuk melaksanakan kegiatan positif, baik itu bersifat bisnis, sosial dan budaya, dan nasionalisme. Menurutnya, nasionalisme yang seharusnya mampu memajukan negara belum sepenuhnya terpatri dalam pribadi pemuda. “Sungguh tidak ada Negara yang maju dan berkembang yang tidak memiliki pemuda yang kreatif. Oleh karena itu, kita mengajak seluruh pihak terkait memberikan ruang dan waktu kepada pemuda untuk mengembangkan dirinya,” sambungnya. Zulfurqan

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!