Qanun Anti Penyebaran Aliran Sesat Sangat Mendesak

Upaya-upaya pendangakalan akidah dan penyebaran aliran sesat di provinsi Aceh semakin mengkhawatirkan. Pemerintah Aceh diharapkan agar segera mengambil langkah-langkah strategis untuk membendung gencarnya serangan aliran sesat dan pendangkalan akidah.
Salah satu upaya yang dinilai sangat mendesak untuk segera dilakukan pemerintah Aceh adalah membahas rancangan qanun perlindungan aqidah dan anti penyebaran aliran sesat. Qanun itu diharapkan bias tuntas tahun ini.

Sebelumnya pada Jum’at (06/03), Ribuan masa yang berasal dari ormas Islam, pelajar dan masyarakat kota Banda Aceh menggelar aksi unjuk rasa ke Mapolresta Banda Aceh, Kejari Banda Aceh dan DPR Aceh. Di Mapolresta dan kejari Banda Aceh masa mendesak agar lembaga penegak hukum itu segera memproses para penyebar aliran sesat.

Sementara di DPR Aceh masa mendesak agar segera dibahas dan dilahirkannya sebuah qanun yang menyangkut dengan perlindungan akidah umat Islam di provinsi Aceh.

Ketua Komisi VII DPR Aceh Ghufran Zainal Abidin mengaku akan berupaya untuk membahas qanun perlindungan aqidah dan anti penyebaran aliran sesat dalam program legislasi (Prolega) tahun 2015 ini, ia meminta ormas Islam dan masyarakat untuk membahas proses pembahasannya.

“Kami di DPR Aceh khususya komisi VII yang membidangi agama akan berusaha agar rancangan ini bias kita masukkan dan kita bahas tahun ini secara bersama-sama, ini penting untuk menyelamatkan akidah generasi Aceh,”ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua komisi D DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, ia mengakui kebutuhan akan qanun perlindungan akidah dan anti penyebaran aliran sesat sudah sangat mendesak, qanun itu menurutnya akan menjadi dasar hukum bagi pemerintah kota Banda Aceh untuk menindak para pelaku penyebaran aliran sesat.

”Kita melihat tidak ada regulasi secara khusus mengatur bagaimana sanksi atau hukuman bagi mereka yang meneybarkan aliran sesat, makanya kita pandang perlu segera lahirnya qanun ini, agar pemko Banda Aceh punya dasar hukum untuk menindak mereka yang terindikasi melakukan penyimpangan agama,” ujarnya.

Sebelumnya Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Aceh sudah mengeluarka Fatwa terkait dengan Gafatar, MPU Aceh menyatakan ajaran Gafatar, yang mencakup pemahaman, pemikiran, keyakinan dan pengamalan gerakan ini kepada masyarakat adalah sesat dan menyesatkan.

Kepada pemerintah Aceh, MPU Aceh mendesak agar segera melahirkan rancangan qanun tentang perlindungan akidah guna mencegah penyebaran aliran sesat dan penistaan terhadap agama.
“Sementara kepada penegak hukum yang saat ini menangani para pengikut gafatar diminta untuk melakukan proses hukum terhadap kelompok tersebut,”Ujar Kepala sekretariat MPU Aceh Saifuddni, SE, MM beberapa waktu lalu.

Sementara itu penyidik Polresta Banda Aceh sudah menyerahkan enam tersangka pengurus Gafatar bersama barang bukti kepada pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh, Minggu (08/03). Abi Qanita

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!